Saat ini, aku memutuskan untuk langsung menemui Kepala Sekolah. Padahal, seharusnya jam sekarang itu sudah masuk ke jam pelajaran pertama.
Tapi, yaah… beberapa menit sebelum berangkat sekolah, aku mendapatkan pesan dari pihak sana untuk menemui Kepala Sekolah di ruangannya.
Yaah, karena obrolan dengan Bang Jul sebelumnya cukup menghabiskan banyak waktu, aku jadi tak sempat. Yaa, lebih baik dari pada tidak sama sekali.
Haaahhh… ini dia! saatnya masuk…!
*Tok-tok
“Permisi…?!”
Mencoba untuk mengecek ruangan ini, ada orang atau tidak… Beberapa saat kemudian , muncul jawaban dari dalam.
“Yaa, masuklah…!”
Setelah mendapatkan izin, aku segera masuk ke dalam. Pak Kepala Sekolah saat ini sedang duduk di kursinya.
“Silahkan duduk saja…!”
Setelah dipersilahkan untuk duduk, aku segera menuju dan segera duduk di sofa. Kemudian, Kepala Sekolah juga ikut duduk di sofa yang ada di sebrang. Kami berhadap-hadapan sekarang.
“Cukup lama juga, ya…!”
Sudah kuduga ia akan membahasnya…
“Yaah, tadi ada beberapa hal… maafkan saya!”
Aku sedikit menunduk, Kepala Sekolah terlihat sedang menyeduh dua cangkir Teh, dan salah satunya ia sodorkan kepadaku.
“Ahh, tak perlu repot-repot, Pak!”
“Tidak apa-apa, aku juga lagi ingin ngeteh… silahkan!”
“Terima kasih..!”
Dia menyeruput tehnya, aku pun begitu… Setelahnya kami memulai pembicaraan yang sebenarnya.
“Jadi, bagaimana? Apa kau mau menerimanya? ACJ juga sepertinya serius sekali… mereka sudah berulang kali mengirimi kami E-mail!”
Aku agak terkejut dengan itu, tak ku sangka…
“Eh, benarkah? Kalau begitu maaf sudah merepotkan?”
Dia menggelengkan kepalannya, menandakan kalau ia tak terlalu mempermasalahkannya.
“Apa…? Kau tak perlu memikirkannya!”
Aku terdiam beberapa saat, melihat ke arah pantulan dari tehku. Pak Kepala Sekolah juga nampaknya melanjutkan acara minum tehnya.
“Jadi, bagaimana…?”
Aku mengalihkan pandangan ke arah Kepala Sekolah.
“Kalau begitu…”
Aku sedikit menjedanya, yaah… sekalian untuk memikirkan ulang ini secara cepat.
“Akan ku terima d…
Whiteocean: The Testament Limitless
Chap 21: Tentang Kepindahan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 76 Episodes
Comments