Beberapa menit sebelum kedatangan itu...
Sebelumnya, aku selalu melewati detik demi detik dalam pelatihan gila-gilaan dengan Tooru-san dan Sua-san.
Aku selalu merasa bahwa itu adalah saat-saat terakhirku. Akan tetapi, sepertinya Spatial delay selalu saja melindungiku.
Bersyukur memiliki sebuah pelindung yang melindungimu berdasarkan intuisi bahaya mu. Itu sangat membantu...
Akan tetapi, hanya bermodalkan pelindung seperti itu tak akan membuatku baik dalam pertarungan. Dengan begitu, aku tak akan berguna bagi rekan-rekanku.
Oleh karena itulah, aku disini... berdiri dihadapan dua orang yang termaksuk kedalam yang paling terkuat didunia saat ini.
Semuanya berguna agar aku bisa untuk sedikit lebih ahli dalam mengendalikan energi didalam diriku ini.
Akan tetapi ditengah-tengah semua itu... terpancarkan suatu hal. Aku, Tooru-san, dan juga Sua-san merasakan ini.
Sebuah tekanan aura sihir yang sangat besar datang dari tempat yang sangat jauh. Itu datang dari Barat Daya. Tekanan yang sungguh luar dipancarkan...
Bahkan aku sendiri merasa gemetaran akan hal ini.
“Aura apa ini!? Ini sungguh... terasa sangat berat!”
Aku berbalik, sementara Tooru-san sedang menatap kearah hamparan lautan. Dia menatap kearah Barat Daya pula, menandakan kalau dia sudah tahu juga...
“Tooru-chan!”
Panggil Sua-san...
Dia tak langsung menjawab itu, Tooru-san menghela nafasnya tak lama setelah itu, ia juga sedikit menggaruk rambutnya.
“Saidhan-kun... ini sudah dimulai!”
Aku menatapnya dengan pandangan serius, tak ada hal yang yang terlihat ia cemaskan. Itu bisa dilihat dari bagaimana bentuk tatapan mata dan raut wajahnya.
Aku sebal dan iri atas kepercayaan dirinya itu...
“Aku sudah siap apapun yang terjadi...! tapi, kenapa hal ini bisa terjadi?”
“Entahlah, aku ini bukan Maha Tahu! Dan juga, aku tak bisa membelah diriku dan memantau jalannya pertarungan!”
Balasnya...
“Tunggu, memangnya pertarungan sudah terjadi...!?”
Sahut Sua-san... aku sendiri kurang tahu tentang hal itu. Tapi, aku percaya kepada te…
Whiteocean: The Testament Limitless
Chap 61: Tehnik Kekosongan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 76 Episodes
Comments