Resti mengernyitkan keningnya. Matanya silau karna cahaya matahari pagi merangsek masuk melewati jendela kamarnya. Ia meraba ranjang disampingnya yang sudah kosong.
Samar ia bisa mendengar suara Jun yang sedang berbicara dengan seseorang di telfon.
Dengan mata yang masih enggan terbuka, ia berusaha mencari sosok pria yang memeluknya sepanjang malam itu.
Ternyata Jun sedang berada dibalkon dan sedang menelfon.
Saat Jun sudah selesai menelfon, ia membalikkan badan dan melihat Resti yang menatapnya sayup.
“Selamat pagi, cintaku.” Sebuah kalimat sapaan yang baru pertama kali terdegar oleh Resti.
“Pagi juga, sayang. Menelfon siapa pagi-pagi?” tanyanya sambil mengumpulkan kesadarannya.
Resti bangun dan duduk diatas rajang. Ia tidak menyadari kalau tubuhnya masih tidak tertutup oleh sehelai benangpun. Sampai membuat Jun terkekeh saat melihat kearah dadanya.
Dan Resti segera menyadari. Ia kemudian melihat kearah pandangan suaminya. Tapi ia tidak segera menutupnya. Ia justru membiarkannya begitu saja.
“Menelfon siapa pagi-pagi?” Ia malah bertanya tanpa mempedulikan tatapan liar suaminya, yang semakin berjalan mendekatinya.
Jun tidak mempedulikan pertanyaan itu. Ia langsung meraup da da Resti dan langsung melu matnya tanpa ampun.
“Sayang, hentikan. Kau menghi sapnya terlalu kuat. Sakit” ujar Resti mengaduh.
“Hehehehe,, maaf. Aku tidak bisa menahannya jika terpampang seperti ini. Menggoda sekali. ”
“Kamu menelfon siapa? Kenapa tidak menjawabku?” Resti mengulangi pertanyaannya dengan memasang wajah merengut.
“Telfon dari Mama. Keadaan Kakek sudah jauh lebih baik.” Ujar Jun yang tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Kelegaan langsung terpampang jelas diwajahnya.
“Benarkah?” Resti tak kalah antusias. Dia benar-benar senang mendengarnya.
Jujur, ia sempat menghawatirkan sesuatu. Sesuatu yang sangat buruk. Tapi untungnya itu tidak terjadi.
“Syukurlah, sayang. Aku senang mendengarnya.”
“Makanya, cepat mandi, kita harus kerumah sakit sekarang.” Titah Jun. Yang langsung disambut de…
Diperistri Tuan Muda. (Season 2)
Ep62. Ancaman.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments
Dyana Arsi
romantis sekali
2022-02-04
0
Dewi Zanaf
kta kata resti aku suka... seperti permen karet yang terjebak dirambutmu 🤭😘
2021-08-29
0
Ranie Sartika
mak e seruuu..lop yu
2021-08-29
0