Alunan biola itu terdengar begitu menyayat hati. Membuat Wilona semakin penasaran untuk mencari dari mana asal suara itu.
Wilona melangkah perlahan, menaiki anak tangga satu demi satu. Semakin mendekati lantai dua, suara biola yang tadinya samar-samar, makin terdengar jelas di telinga Wilona.
Aku tidak bermimpi, suara biola ini berasal dari balkon.
Sambil berjingkat, Wilona meneruskan langkahnya menuju balkon tanpa menimbulkan suara.
Di bawah cahaya lampu yang temaram, tampak bayangan seorang lelaki sedang berdiri membelakanginya. Meski ekspresi wajahnya tidak terlihat, siapapun yang mendengar gesekan biolanya akan merasa bahwa lelaki itu memainkan lagunya dengan penuh penghayatan. Seolah-olah setiap melodi yang tercipta dari biolanya adalah cerminan isi hatinya sendiri.
Wildan? Dia benar-benar ada disini. Apa dia berubah pikiran dan membatalkan niatnya untuk tinggal di apartemen?
Melihat Wildan belum menyadari kedatangannya, Wilona berpikir untuk segera meninggalkan tempat itu. Namun kedua kakinya justru tak bergeming. Entah mengapa muncul keinginan dalam dirinya untuk mendengarkan lagu sedih yang dimainkan Wildan hingga selesai.
Wildan masih melanjutkan permainan biolanya sampai rangkaian melodi yang terakhir. Melepaskan titik akhir dari semua gejolak emosinya yang tidak menentu.
Mengetahui Wildan sudah mengakhiri lagunya, Wilona bergegas membalikkan badan. Ia harus pergi diam-diam secepat mungkin sebelum Wildan memergoki kehadirannya.
"Wilo, tunggu...Aku tau kamu sejak tadi ada disini mendengarkan laguku," panggil Wildan berjalan mendekati Wilona.
Tidak, aku tidak boleh membiarkan Wildan mendekatiku. Atau aku akan terpengaruh lagi oleh kata-kata rayuannya.
Tanpa mengindahkan panggilan Wildan, Wilona mempercepat langkahnya meninggalkan balkon. Namun karena terlalu terburu-buru, ditambah suasana lantai dua yang minim pencahayaan, Wilona menabrak sebuah pot tanaman yang diletakkan oleh Bi Rani di tempat itu.
"Aduh," pekik Wilona merasakan nyeri pada pergelangan ka…
Terjebak Cinta Dua Kekasih
Bab 38 Tak Mampu Membencimu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 70 Episodes
Comments
Rintik Ludira
semangat thor
2021-09-30
0
Fendichan
lanjut
2021-09-30
0
Ayu Tejawati
ayo Thor up yang banyak, biar gak bosen nungguin lama"
2021-09-29
0