Menjelang makan siang Fathan pulang ke mansionnya. Begitu sampai dia langsung menuju dapur. Melihat Fathan memasuki dapur, beberapa pelayan tirlihat gugup.
"Bik, tolong siapkan makan siang diatas nampan untuk nona Vero." Titah Fathan pada pelayan wanitanya yang bertugas di dapur.
"Baik tuan."
"Saya tunggu di meja makan," ujar Fathan sembari berlalu pergi.
Lima menit kemudian pelayan datang dengan satu buah nampan penuh berisi menu makan siang.
"Trimakasih bik."
"Sama-sama tuan."
Fathan mengambil nampan berisi makan siang Vero, lalu membawanya kelantai atas. Langkahnya terhenti dibalik pintu, sebelah tangannya memegang nampan, sebelah lagi menempelkan card di gagang pintu.
Fathan masuk kedalam kamar dengan langkah kecil. Manik hitamnya menyapu seluruh ruangan mencari sosok Vero. Tapi yang dicari tak ada ruang kamar. Gemercik air terdengar dari dalam kamar mandi, sepertinya Vero ada didalam kamar mandi.
Fathan meletakkan nampan di atas nakas. Lalu menempatkan tubuhnya duduk diatas kursi disamping tempat tidur, menunggu Vero keluar dari kamar mandi.
Bola mata kelam Fathan menatap lekat tubuh Vero yang baru keluar dari kamar mandi. Tubuh yang hanya terbungkus handuk sebagian itu membuat binar pada tatapan Fathan. Tetes air yang tersisa di tubuh Vero bak mutiara yang berkilau diatas tubuh mulus nan menggoda itu.
"Bangun sesiang ini apa saja yang kau kerjakan tadi malam?" Tanya Fathan dengan suara datar. Sementara netranya menatap tubuh mulus Vero tak berkedip.
"Aku melakukan apa tadi malam, bukan urusanmu," sahut Vero dengan raut muka deteku jengkel 'urus saja wanitamu! kenapa perduli apa yang aku lakukan.' gerutu Vero dalam hati . Dengan lankah lebar dia meninggalkan Fathan masuk ke ruang ganti.
Fathan berdecak kesal, apa sebenarnya yang ada dipikiran Vero, hingga sikapnya berubah delapan puluh derajat.
Fathan mengekori langkah Vero, memperhatikan gerak Vero yang tengah memaki gaun malam. Fathan menelan salivanya saat melihat Vero memakai gaun tanpa memakai br a. Dibali…
Cinta Wanita Malam
Part 35
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 44 Episodes
Comments
Nailil Muna
jangan egois tuan Fathan...ada hati yang harus dijaga
2022-07-05
0
Pertiwi Tiwi
sakit kepala di bikin sendiri fathan
2022-02-26
1
Achmad Nurul Fajrin
lanjuuuttt
2022-02-17
0