Vero benar-benar mengijinkan Robert berada diruangannya. Walau masing-masing focus pada pekerjaan. Sebenarnya tidak benar-benar focus. Terutama Robert, manik hitamnya berulangkali memandangi sosok Vero yang berada tak jauh dari tempatnya duduk. Kadang senyum tipis mampu hadir dibibirnya, saat gerak Vero membuatnya gemas.
Dia tak pernah mencintai wanita sedalam ini, seperti cintanya pada Vero. Tiba-tiba ada seonggok sesal dalam hatinya. Andai waktu bisa diulang, dia ingin memperbaiki kesalahan yang telah dia perbuat. Dia rela mengorbankan segalanya demi kebersamaan mereka.
Tapi semua itu kini hanya jadi sebuah angan, yang ingin dia wujudkan kembali. Dia bertekat untuk berjuang, memulai semuanya dari nol. Mendekati Vero dengan cara yang berbeda.
Seperti saat ini menghabiskan waktu bersamanya. Walau bukan dengan cara ini yang dia mau. Tapi apa boleh buat Vero maunya begini. Baginya bisa berada disisi Vero walau hanya seperti ini, lebih dari cukup.
Robert melihat jam di pergelangan tangannya. Sudah waktunya mskan siang, tapi sepertinya Vero masih belum bisa beranjak dari meja kerjanya.
Robert meletakkan laptopnya di atas meja, lalu beranjak mendekati Vero. Gadis itu sedang memotong kain diatas meja berukuran panjang dan lebar. itu yang dia kerjakan sedari tadi pagi, memotong kain lalu menyerahkannya pada penjahit.
"Vero, kau ingin makan siang di sini, atau kita makan diluar saja?" tanya Robert, dari tempatnya duduk saat ini.
Vero menghentikan aktivitasnya. Menegakkan posisi tubuhnya yang semula dalam posisi sedikit membungkuk. Sekilas dia menatap Robert lalu melihat pergelangan tangannya. Benar sudah waktunya makan siang.
"Di sini juga boleh," jawab Vero. Netranya membalas tatapan intens Robert. Hati Vero berdesir, tatapan lembut Robert bagaimanapun pernah dia rindu dimasa-masa kedekatan mereka dulu.
"Kita makan apa? Biar aku pesan."
Vero tampak berpikir sejenak."Nasi padang aja deh." sahut Vero.
Robert mengerutkan keningnya mendengar apa yang dipesan Vero. "Nasi padang…
Cinta Wanita Malam
Part 37
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 44 Episodes
Comments
Ririn N Arrafi
ya ampun edian itu si fathan
2022-02-24
1
Enung Nur Hayati
up nya jgn lama" y kk author
2022-02-23
0
tinah ajh
kalau bisa tiap hari dong up nya thor
2022-02-22
1