Melihat seorang perawat yang berjalan kearah mereka, Yudha berusaha berhenti tertawa, kesadarannya perlahan kembali, kalau dirinya tengah berada di Rumah Sakit, bukan tempat teater.
Perawat itu memberi hormat pada Kepala Rumah Sakit. “Nyonya Rani sudah kami pindahkan ke kamar perawatan, barangkali pihak keluarga ingin menemani beliau,” ucapnya.
“Untuk malam ini, biar aku saja yang menemani mama, papa sama sama kakek istirahat saja, besok nanti papa yang menjaga mama, bagaimana?” usul Ivan.
“Diana?” Kakek mempertanyakan bagaimana dengan Diana.
“Kalau Diana tidak keberatan, biar dia menemaniku menjaga mama di sini,” sahut Ivan.
Diana mulai mengetik. *Aku tidak keberatan.
“Kalau begitu kakek pulang dulu.”
“Papa juga pulang, kalau ada sesuatu, tolong kabari papa, Ivan.”
“Iya pasti.”
Sofian dan kakek Agung pun pergi dari Rumah Sakit, hanya tinggal Diana, Ivan, dan Yudha.
“Aku ada urusan sedikit sama Pak Abi, kalian langsung saja ke kamar tante Rani,” usul Yudha.
Yudha dan Pak Abi berjalan bersama menuju tempat lain, sedang Ivan dan Diana segera menuju kamar perawatan Rani.
Sesampai di kamar perawatan Rani, Ivan duduk di salah satu kursi yang ada di dekat ranjang ibunya. Sedang Diana menghempaskan tubuhnya di sofa Panjang yang empuk, sambil memainkan handphonenya. Keduanya saling diam, Ivan hanya bisa memandangi ibunya yang belum sadar dari pengaruh obat bius, Diana juga asyik dengan handponenya.
Detik demi detik berlalu, jarum menit pun terus berputar, keduanya masih diam. Melihat Diana asyik dengan handphonenya, Ivan pun kepo.
“Kenapa kau sangat betahmemandangi handphonemu sepanjang waktu?”
Diana membalas tatapan mata Ivan, rasanya dia ingin menjawab ‘jangan campuri urusanku’
“Ku lihat kau setiap saat membawa dua handphone, apa satu handphone masih tidak cukup?”
Diana memperlihatkan layar handphonenya pada Ivan, terlihat tampilan game online di layar handphone Diana. Tangan Diana yang satunya meraih handphone yang lain.
“Kalau habis batrai yang satu, tinggal aku main de…
Diana Permata Terindah Dari Desa
Bab 23 Tidak Menyadari
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 288 Episodes
Comments
Fitriyani Puji
aduh ini lampir the geng kok pada nongol y thor
2022-12-23
0
Suheda
as pkah Arifha adalah ibu diana?
2022-10-29
0
ponakan Bang Tigor
leh. gausa nelpon. dokter hebat itu ada disampingmu, Ivan
2022-10-12
1