Diana semakin serius menatap layar komputer yang menyala di depannya, dengan gerakkan yang cepat, dia menarik beberapa lembar kertas kosong dan mulai menulis beberapa hal penting yang dia lihat.
“Diana, jangan membuang-buang waktu kami dengan caramu yang sia-sia itu!” Amanda berusaha mengacaukan pekerjaan Diana, dan memancing Emosi Ivan dengan menyebut semua kerugian yang terjadi karena hilangnya data-data perusahaan.
“Andai data berhasil kamu pulihkan, tapi kerugian yang telah dialami persahaan Agung Jaya tidak dapat kamu ganti, di sini investasi terbesar adalah kepercayaan, bagaimana masa depan perusahaan Agung Jaya jika mereka merasa kepercayaan mereka di salah gunakan.” Amanda terus mendesak Diana dengan jurus cuap-cuap bebeknya.
Diana sangat terganggu dengan kicauan Amanda, dia memasang earphone ke telinganya dan menyetel musik yang dia suka. Yudha menyadari kalau Diana terganggu dengan keberadaan Amanda.
“Dasar tidak sopan! Dia malah mendengarkan musik dan mengulur-ulur waktu kita semua,” omel Amanda.
“Amanda, keluar!” tegas Yudha.
“Maaf, aku tidak bisa keluar, kecuali Tuan Ivan yang meminta.” Amanda pergi mendekati Ivan.
Melihat Amanda menjauh dari Diana, Yudha merasa lebih nyaman bernapas, walau Wanita itu masih berada satu ruangan dengan mereka.
“Maaf Tuan, Ivan. Dokumen yang hilang itu adalah dokumen paling penting di perusahaan ini, hilangnya dokumen dan terrhapusnya data sangat mengganggu Perusahaan kita, beberapa kepala bagian tidak bisa bekerja hari ini, karena data-data yang hilang.” Amanda menerangkan semuanya begitu halus pada Ivan.
“Amanda benar Tuan, saya bukan tidak menyukai Diana, tapi kekacauan ini sangat membahayakan perusahaan. Cctv jelas menangkap malam itu Diana sedang membuka salah satu komputer yang ada di perusahaan ini, tepatnya, Diana membuka komputer yang ada di meja Amanda.” Barbara memberikan cuplikan tayangan cctv yang dia salin.
“Maaf Nona Diana, bukannya saya ingin menekan Anda, tapi demi kenyamanan kita bersama, saya memberi And…
Diana Permata Terindah Dari Desa
Bab 66 Bagaimana Bisa?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 288 Episodes
Comments
Desi Sari
sudah ketahuqn bersalqh masih aja mengalihkan pembicaraan biar bebas dr tuduhan
2023-12-27
0
Misaza Sumiati
kenapa amanda dipertahankan terus
2023-04-13
0
dina mardiana
ceritanya aslinya menarik. namun dipikir - pikir lama2 ngeselin ya. bahkan kakek agung tuh gk keliatan spt kakek bijaksana dan labil. berapa kali percaya diana tp jg menghakimi tp ujung2nya minta maklum.
untuk seorang kakek yg bs nerima gadis biasa bisu semata komitmen dia sama neneknya. mestinya hati dan kebijaksanaannya jg kokoh spt urusan satu itu. kakek agung terlalu byk minta diana utk berdamai.
ivan pun sama.
dg liat bekgron keluarga dan pergaulan Diana dg tokoh2 hebat, apalah hebatnya keluarga Agung?
2023-03-14
0