Ayah Rara sudah di bawa ke ruang operasi, ada rasa cemas dan senang yang menyapa hatinya, cemas jika ada apa apa dengan operasi ayahnya, senang karena pada akhirnya sang ayah akan sembuh. Dan apapun yang terjadi doanya sang ayah akan baik baik saja.
"Apa kau tidak bisa duduk? Lelah mataku melihat kau mondar mandir seperti setrika seperti itu!" tegur Reno pada Rara yang kemudian menepuk kursi sebelahnya. Rara mendengus sebal, apa pria itu tidak tahu dia sedang cemas, gumamnya dalam hati.
"Aku tahu kau cemas akan ayahmu, setidaknya jangan membuat orang lain pusing karena melihatmu mondar mandir," lagi Reno menegur Rara karena masih mondar mandir dan menggigit kuku kukunya.
"Eh," Rara memekik kaget saat tangan nya di tarik, "duduk di sini apa di sini?" Reno menyeringai memberi tawaran sambil menepuk pahanya dan kursi sebelahnya.
"Di situ saja," jawab Rara pelan, kemudian melangkah kesamping Reno, "ck, di sini bukan kesana," kesal Reno masih sambil menepuk kursi sebelahnya persis. Mau tidak mau Rara menurut, duduk di sebelah Reno dan diam.
"Anak pintar," Reno mengusap kepala Rara dan menariknya kedalam dekapannya, "tenanglah ayahmu akan baik baik saja, aku janji," ucap Reno pelan. Rara hanya mengangguk.
"Ra," Rara menoleh mendengar namanya di panggil, "kita akan menikah tapi kenapa kamu biarkan pria itu mendekapmu?" Kak Fandi mendekat dan duduk di sebelah Rara. Saat Rara akan mengangkat kepalanya, Reno semakin menenggelamkan Rara kedalam lehernya.
Wangi parfum dan keringat bercampur, entah kenapa Rara menyukainya. Seperti pernah mengenal bau ini sebelumnya, tapi kapan dan di mana.
Lampu di ruang operasi masih menyala, Reno benar benar tidak membiarkan Rara lepas dari dekapannya. Kak Fandi yang berbicara pun seperti berbicara pada angin, sebenarnya Rara ingin menjawab namun saat akan mengangkat kepalanya, Reno semakin membuat dirinya masuk kedalam dekapannya.
"Kak, aku lapar," Ria datang dan berdiri di depan Rara, merengek kelaparan. Reno menatap ke…
Si Tuan Bucin
Si Bucin 49
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 179 Episodes
Comments