"Kang Odi?"
Ara baru saja membukakan pintu sebab tadi ada yang mengetuk.
"Permisi, Neng Ara."
"Ada apa Kang?" tanya Ara.
Kang Odi menyodorkan paper bag cokelat kepadanya yang entah berisi apa. Ara yang di sodorkan, ia terima-terima saja. Namun ia bingung.
"Ini apa Kang?"
"Itu, tadi ada ojek online katanya buat Neng."
Terlipat dahi Ara, "hah! Ara gak ada pesen apa-apa Kang. Cuma tadi pagi aja makanan buat sarapan. Emang ini yang ngirim atas nama siapa?"
"Wah, kalau itu saya kurang tahu Neng. Si abang ojeknya gak ada bilang," jawab Kang Odi. "Kalau gitu saya permisi ya Neng," pamit Kang Odi pada Ara.
"Iya, Kang. Makasih ya," ujar Ara dan langsung menutup kembali pintunya.
Waktu Ara buka ternyata isinya makanan berat. Ara pastinya heran, siapa yang mengirimnya makanan. Padahal makan siang masih lama. Apa Mama Fani, pikirnya.
___
Toktoktok
Pintu kaca mobil Rio di ketuk oleh seseorang lelaki muda. Cepat Rio buka kacanya.
"Mas, jangan parkir sembarangan dong! Ini 'kan jalan keluar rumah saya. Saya mau ngeluarin mobil jadi gak bisa," protes lelaki itu dengan wajah kesal.
Rio pun menoleh ke arah kiri dari dalam mobil. Memang benar lelaki ini hendak mengeluarkan mobilnya dari halaman rumahnya yang tanpa pagar.
"Oh, maaf Mas," ucap Rio bersalah.
"Gimana sih Mas, udah tiga jam Mas di sini. Lagi nungguin siapa sih?" tanya lelaki itu penasaran juga karena mobil Rio hanya terparkir begitu saja.
"Nunggu orang yang tinggal di sana," tunjuk Rio.
Lelaki itu melihat arah yang di tunjuk Rio. Mengarah ke indekos yang berdekatan dengan rumah sang pemuda.
"Siapa? Pacar?" tebaknya.
Rio tertegun, "i-iya."
"Ya ampun Mas, samperin aja. Kalau nunggu kejauhan amat, masa nunggu di sini."
Rio hanya tersenyum tipis dan bingung hendak menjawab apa lagi.
"Lagi berantem ya," tebak pemuda itu dengan tersenyum mengejek.
Sebenernya Rio tak nyaman di berondongi pertanyaan aneh-aneh oleh pemuda ini yang Rio tebak usianya sepantaran dengannya. Memang pemuda ini terlihat tipe orang yang ceplas-ceplos.
"Geng…
Rio & Ara
Episode 107
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 128 Episodes
Comments