🌻🌻🌻🌻🌻
Kedua bola mata Qiara membulat sempurna dengan mulut yang menganga.
"Wah, papi hebat." Pujinya memberikan dua jempol sebenarnya tengah menyindir Tuan besar Rafindra
Qiara sungguh tidak menyangka pria tampan kesayangannya itu bukan lebih dulu khawatir padanya melainkan justru lebih khawatir pada kedua mertua Sandra yang jelas tidak ada hubungannya dengan mereka.
"Papi kok lebih khawatir mereka kenapa-napa di bandingkan Qia? Astaga ..." kesalnya sampai memijit pangkal hidung yang mendadak sakit.
Sengaja pulang agar suasana hatinya membaik karena kejadian di kediaman Bramantya tadi pagi nyaris membuatnya lepas kendali andai tidak ada Erzhan bersamanya, tetapi sang papi sepertinya lebih takut dirinya berulah di luar sana.
Qiara menatap intens wajah tampan sang papi sembari menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan.
"Papi tahu tidak. Selama di sana Qia mati-matian nahan diri biar nih mulut ngga asal ceplos, rela korbankan ego dan perasaan demi untuk membantu Sandra. Tapi apa ini?" Qiara menatap kesal Rafin yang sedari tadi hanya duduk diam tanpa rasa bersalah.
"Papi malah mengkhawatirkan orang lain di bandingkan aku, putri bungsu kesayangan papi. Whay?" pekiknya lumayan kuat menggema diruang tengah.
Rasa kesalnya yang sengaja di tahan hanya karena tidak ingin Erzhan sampai melihat sisi lain dirinya tidak lah mudah, terlebih hanya bersama anak tampan itu baru dirinya bisa mengontrol emosi.
Akan tetapi, bukan berarti Qiara tidak bisa meluapkan kekesalannya sewaktu di kediaman Bramantya.
Melihat putri bungsu kesayangannya sudah memasang wajah masam, bisa di pastikan selanjutnya akan seperti apa keadaan Mansion Utama jika Nona muda Rafindra mengamuk.
"Bibi ..." seru Rafin memanggil pengasuh putrinya.
"Mau ngapain manggil Bibi segala?" tanya Qiara dengan sorot mata tajam.
Sementara Wanita paru baya yang mendengar namanya di panggil, segera melepas pisau dapur kemudian mencuci tangan sampai bersih.
"Iya Tuan, ada yang ingin Tuan makan?" sahut Bibi bertanya seraya be…
Istri Kedua Sang CEO
IKSC Bab 35 ~ Beruang Kutub
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 197 Episodes
Comments