"Kau tidak mau memberitahu kedua orang tuamu?" Tanya Sheila seraya mengusao kepala Robert yang masih menempel di perutnya.
"Kita tak perlu membahasnya," jawab Robert malas.
"Tapi mungkin ini momen yang tepat, Robert!" Sheila memajsa dan Robert segera mengangkat kepalanya dari pangkuan Sheila, lalu menatap tegas ke arah istrinya tersebut.
"Mereka hanya akan mengusirmu lagi, mencacimu, menghinamu! Kau pikir aku mau hal itu terjadi?" Robert berucap dengan berapi-api.
"Tapi aku sedang mengandung cucu Mami dan Papi, Robert! Saat Mami dan Papi melihat cucunya nanti, mungkin saja mereka akan sedikit melunak.
"Aku tak perlu menunjukkan anakku nanti pada mereka berdua. Tak perlu memberitahu dan tak perlu mengenalkannya."
"Mereka bukan lagi orang tuaku!" Robert memalingkan wajahnya dan tak lagi menatap pada Sheila.
"Jangan bilang begitu!" Sheila buru-buru menggamit lengan Robert dan mengusapnya dengan lembut demi meredam amarah yang tengah berkobar di hati Robert.
"Mereka tetap orang tuamu sampai kapanpun, Robert!"
"Dan aku juga masih berharap kalau satu hari nanti akan bisa merasakan kasih sayang dari mertua pada menantunya." Kedua mata Sheila sudah berkaca-kaca dan wanita itu menyandarkan kepalanya di pundak Robert.
Bisa Robert rasakan kalau Sheila sedang sesenggukan sekarang. Robert mengusap kepala Sheila, lalu menangkup wajah istrinya tersebut. Ibu jari Robert juga menghapus airmata yang sudah menuruni kedua pipi Sheila.
"Maaf, karena belum bisa mewujudkan keinginanmu," lirih Robert pada Sheila yang masih sesenggukan.
"Kita bisa kesana setelah Robert junior lahir," pinta Sheila memohon pada Robert.
"Tapi mereka akan-"
"Kita coba dulu!" Sergah Sheila memotong kalimat penuh emosi yang hebdak diucapkan Robert.
"Jika mereka kembali menghinamu, aku tak akan pernah menginjakkan kakiku di rumah itu lagi," Robert mengajukan syarat dan Sheila mengangguk kali ini. Robert segera meraup Sheila ke dalam pelukannya.
"Kapan dia akan lahir?" Tanya Robert seraya mengusap perut bulat Sh…
Aku Janda Kamu Duda
JENGAH
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 58 Episodes
Comments
Pipin Davian
Siapa jg ga jengah suami tiap tdr sebut nmmendiang istri
2022-07-07
1
Ghaziya Hafiza
lah, jngnkan sita. aku jg psti lngsung tendang dr kasur klo msh ngigau mntan, walaupun dh tiada.berarti robert blm ikhlas,siapa yg mau d sentuh klo ky gtu
2022-04-21
2
alvalest
saat blm nkh sm sita mimpiny ud d gnti dgn sita saat sita sdh d miliki mimpi sheila kembali lagi...kasihan sbnere mgkn krn rs berslah robert
2022-04-21
1