Para tenaga medis itu, membawa brankar, menuju ruang oprasi.
Anggun tak henti hentinya berdo'a, saat lampu menyala. tanda oprasi berlangsung.
semua orang, menunggu di depan ruang oprasi. hanya orang tua Sheina yang berada di depan ruang ICU karena memang, anaknya masih di tangani para tenaga medis.
tak lama, Rian datang bersama kedua orang tuanya. dan mereka, segera menghampiri kedua orang tua Sheina.
sementara itu, Adrian memilih berdo'a di dalam mushola yang berada di area rumah sakit itu.
malam memang sudah semakin larut karena sekarang, sudah hampir jam satu dini hari.
"Bu, saya atas nama keluarga Hutama, mengucapkan rasa prihatin yang sangat mendalam, semoga, semua segera membaik," ucap Bu Selvy seraya mengelus pundak Bu Rianti.
"terimakasih Bu, semoga saja, semua bisa berjalan sesuai keinginan kita," Bu Rianti mendudukan dirinya di kursi tunggu.
tak lama, Dokter datang menghampiri Bu Rianti dan yang lainya. membuat semua orang, sontak berdiri.
"bagaimana kondisi anak saya,? apakah anak saya bisa selamat, apakah sekarang sudah sadar,?"" Bu Rianti segera memberondong Dokter itu dengan berbagai pertanyaan.
"Bu, tenanglah kita akan mendengarkan penjelasan dari Dokter," Pak Rayn menepuk bahu istrinya pelan.
"begini Pak, Bu, pasien saat ini, mengalami kondisi kritis, dan saat ini membutuhkan darah yang cukup banyak. karena, pasien kehilangan hampir dua puluh kantung darah," sontak saja, ucapan dari Dokter itu, sukses membuat Bu Rianti ambruk swketika.
wanita laruh baya itu, tak henti hentinya berteriak histeris seraya memanggil nama putri tercinta.
"Bu, tenangkan fikiranmu " Pak Rayn mencoba menguatkan sang istri. padahal, dirinya swndiri juga tak kalah terpukulnya mendengar berita itu.
"Dok, ambil darah kami, kami adalah orang tua kandung Sheina," Bu Rianti segera bangkit dari duduknya.
"trnang Bu, kita hanya membutuhkan setengahnya saja, karena yang swtengah lagi, sudah ada di PMI," Ucap Dokter Dandy.
"baik Dok, ayo segera ambil darah saya, agar anak.saya,sege…
Pembalasan Gadis Abnormal
Chapter 68
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 118 Episodes
Comments