"Wajar bukan calon suami cemburu?" jawab asgar ditelinga gita, hembusan nafas asgar mengenai leher gita, gita merinding, ia mengangguk tetapi juga tidak berani menatap asgar
Asgar memegang kedua tangan gita, ia membawa gita dipelukannya, sejak ia merasakan ketenangan dipelukan gita, ia merasa ingin terus memeluk gita
"Biarkan seperti ini, sampai emosi saya reda" gita hanya diam menurut ia masih belum berani membalas pelukan asgar
"Kalau bapak cemburu berarti....." gita menjeda kalimatnya. "Apa bapak mencintai saya?" gita memberanikan diri untuk bertanya
"Panggil saya mas seperti tadi, lebih enak didengar saya suka" asgar mengalihkan pembicaraan gita, ia tidak tahu harus menjawab apa, ia masih ragu, apa benar ia sudah mencintai gita atau itu hanya perasaan suka, ia masih bingung
"Kalau saya memanggil bapak mas trus bapak manggil saya apa?" tanya gita, ia melupakan pertanyaannya yang tadi
"Kamu maunya aku panggil apa?" asgar merubah panggilan dirinya
"Aku terserah mas aja, seenaknya aja" gita masih berada didekapan asgar, bukan hanya asgar yang mendapatkan ketenangan dipelukan gita tetapi sebaliknya, gita juga sangat tenang berada dipelukan asgar
Asgar mengambil tangan gita dan ia meletakkan kedua tangan gita dipinggangnya, gita tersenyum didada asgar, ya gita hanya sebatas dada asgar, asgar lebih tinggi dari pada gita
"Jangan pernah lagi didepanku kamu menunjukkan rasa peduli kamu pada lelaki lain, mengerti?" ucap asgar, ia memberanikan mengecup kepala gita, gita tersenyum tersipu
"Aku keluar dulu ya m..mas" gita masih merasa canggung memanggil asgar dengan sebutan mas
"G enak sama ayah dan aufar berdua lama lama dikamar"
"Ya sudah kita keluar" ucap asgar, ia melepaskan pelukannya, gita membuka pintu kamar aufar dan keluar lebih dulu dari pada asgar, asgar menyusul gita dengan menenteng ponselnya
Diruangan tv terlihat aufar yang sedang menonton, ia melihat gita namun tidak melihat asgar karena memang asgar berada dibelakang gita
"Kak diapain lo sama bang asgar yang p…
Menunggu Cinta
93
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 147 Episodes
Comments