semenjak insiden penutupan bar milik senopati, risa sudah tidak pernah menampilkan dirinya lagi di hadapan jasmine,gadis itu menghilang seperti di telan angin. Bukan hanya jasmine yang merasakan sosok kehilangan risa tapi juga Rendi. Pria itu hanya menyibukan diri dengan pekerjaan seperti sedang di kejar waktu.
Jasmine menatap marah pada yang baru saja pulang kerja, wajah tampan pria itu kusut dan matanya tampak suram, dengan cepat dia mengikuti langkah rendi
"katakan dimana gadis itu?"
Rendi berbalik lalu menatap jasmine yang berdiri di belakangnya "siapa?" jawab rendi tanpa minat
Jasmine tersenyum sinis "Siapa lagi, pelacurmu!" jawab jasmine mendidih
Rendi menarik napas sorot matanya begitu dingin "Hentikan itu, Risa tidak ada hubungannya dengan kejadianmu"
Jasmine tertawa marah "menurutmu aku bodoh! bagian mana yang tidak ada hubungannya masalah ini dengan risa?"
"memang apa yang telah terjadi?"
"seharusnya bukan gadis itu yang ada di dalam mobil panji. Tapi risa"
Rendi mengangkat alisnya "jadi ternyata memang kau pelakunya" ucap rendi tanpa beban
Jasmine tampak tidak pedulu "jika kejadiannya lancar, semuanya tidak akan seperti ini"
Wajah rendi semakin dingin "apa kau memikirkan kata katamu itu"
"memang betul, jika saja gadis itu tidak menjebakku semua itu tidak akan seperti ini"
Wajah rendi retak seperti topeng "kau menyalahkan orang, padahal itu semua perbuatanmu sendiri"
"Dia pantas mendapatkannya"
"Tampaknya sampai akhir kau tidak bisa melepaskan dendammu jasmine"
Jasmine menatap rendi tampak terkejut dengan kata kata rendi "tentu saja belum, dia harus merasakan apa yang aku rasakan" dia berkata dengan gigih
Rendi menatap jasmine lama seperti sedang memindai sesuatu "lakukan apapun yangkau mau jasmine" dia berbalik lalu masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu membiarkan dirinya berada dalam kegelapan
Jasmine marah tapi saat ini dia tidak bisa menekan rendi terus, dia menatap layar ponselnya dan melihat sebuah email yang masuk
Sialan kenapa masalah terus be…
ME And I
18
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Comments