Bagai tikus yang sudah melihat kucing, risa hanya bisa meraba raba dalam kegelapan untuk menghindari mahesa, dia tidak ingin bertabrakan lagi dengan mahesa, dan membuat pria itu mencurigainya, dia sudah menipu mahesa sekali, dan itu keberuntungannya untuk lolos, tidak ada keberuntungan dua kali dalam hidup ini,
matanya yang bersinar berbalik dan menatap wanita yang tertidur di ranjang dengan damai. pikiran risa berputar dengan tenang, dan mengingat kejadian dulu, dia sering mengunjungi wanita ini dengan rendi, berpikir dengan normal dan biasa biasa, bahwa, wanita ini benar benar sakit, dia datang dan pergi dengan rendi dengan penuh harapan, berpikir bahwa suatu hari wanita ini akan membuka matanya, dia ingat selalu membukakan jendela agar sinar matahari bisa masuk, tak lupa setiap kali dia akan pulang dia berdoa bahwa wanita ini akan membuka matanya,
lalu semua berubah, dan dia mengalami kejadian Malang itu dan kesialan mulai berdatangan satu persatu, tidak pernah berhenti, membuat risa sadar, bahwa hidup tidak pernah ada yang biasa biasa saja, banyak orang hidup dalam topeng, menyembunyikan sifat busuk mereka dan menunggu seseorang lemah dan mencabik cabiknya tanpa ampun. risa tersenyum miris saat mengingat bagaimana hidupnya tiba tiba berubah hanya dalam satu kedipan mata, bahkan hingga akhir dia terus menyedihkan, risa menatap bayangan dirinya sendiri dalam kaca yang gelap, dia menatap bibirnya yang merah, hidungnya yang tinggi, tapi itu bukan dirinya, dirinya dulu tidak seperti ini. Bayang bayangan berlalu di depan matanya seolah mengingatkannya berapa banyak penderitaan dalam hidupnya.
pintu terbuka, seorang wanita berwajah pucat dan membawa satu buah kursi roda masuk ke dalam ruangan, matanya menatap risa dengan waspada, dia bergerak hati hati dan mendorong kursi roda yang di bawanya ke arah risa,
"semua sudah selesai?" terus menatap wajahnya di cermin. lalu dia berbalik dengan guratan wajah yang kaku,
wanita itu mengangguk cepat, "Semuanya sudah di atur, kend…
ME And I
8 (1)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Comments