Malam harinya. Pak Rokim dan anaknya Ujang, mereka bertamu di rumah pak Hamid.
Reina,duduk manis mengahadapi orang tua yang sedang berbincang hangat.
Malam ini Ujang, sukses sudah melamar Reina. Orang tua mereka masing-masing sudah berencana kapan akad nikah berlangsung.
Reina,juga tidak mau mengadakan resepsi pernikahan. Ia hanya menginginkan akad nikah,baginya sudah cukup.
"kamu yakin,dek. Tidak mau acara resepsi pernikahan? Takutnya kamu nanti nyesal,". Kekehnya Ujang, kepada Reina. Ia sedang duduk di teras rumah.
Orang tua mereka, tidak masalah jika tak mengadakan resepsi pernikahan. Acara akad nikah, sudah lebih cukup bagi mereka.
"aku yakin,bang. Itu sudah cukup kok". Senyum manis Reina, kepada Ujang.
"Hemm...apa kamu yakin dengan pilihanmu ini,aku takutnya kena mental mendengar perkataan orang-orang di sini". Ujang, memainkan kedua alisnya. "Gemesnya kamu dek,pengen abang makan".
"Apaan sih,bang. Mereka tidak berhak mengatur hidup ku,yang jalanin kita". Senyum merekah Reina.
"hemm...baiklah,abang akan mengikuti kemauan mu sayang". Ujang,mulai mengelus rambut sang kekasih.
"Bang,jangan macam-macam. Gak enak di lihat orang lainnya". Reina, mencubit lengan Ujang.
"Sakit,dek. Belum nikah,sudah KDRT kamu sayang". Kekehnya Ujang,ia memegang lengan Reina.
Ujang, sangat suka memandang wajah cantik alami Reina. Sedangkan empunya tersenyum dan malu-malu gemes. Ujang, ingin sekali melahap bibir milik Reina. namun dia sadar,dimana posisi sekarang.
Malam semakin larut. Kini pak Rokim dan Ujang,pamit untuk pulang.
*******
"Ujang,kamu kenapa tidak cerita denganku masalah pamanmu itu. Kenapa mereka tiba-tiba berpikir seperti itu,nak. Hutang mereka masih 20 juta lo,sayang uangnya. Masa mereka seenaknya sendiri, alasan tidak masuk akal. Kalau kamu tidak mau, baiklah. Biar bapak yang mengurusnya, lumayan. Uangnya buat bapak,kalau dapat". Senyum merekah pak Rokim.
Ujang, mengerutkan keningnya. "Untuk apa pak? Apa bapak,akan menikah lagi".
"Ngaurrr.... bapak tua begini,gak mi…
I LOPE YOU UJANG
Kafe
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 41 Episodes
Comments