sebulan telah berlalu sejak Reno masuk rumah sakit, kini ia sudah beraktivitas seperti biasa. di ruang kantor nya telah hadir sosok lelaki tampan dengan gagah ia duduk di singgasana nya. '' bagaimana kerja sama kita dengan perusahaan golbin ''ucap Reno pada asisten pribadi nya '' setakat ini berjalan lancar, beliau mengundang kita untuk acara pernikahan putri nya yang akan di adakan dua bulan lagi '' ucap Gery '' kenapa cepat sekali beliau menyebarkan undangan '' ucap Reno sambil melihat email yang masuk '' sebenarnya pak Santoso belum menyebar undangan, ia hanya takut lupa saja lagi pula kebetulan jumpa ya.. sekalian aja '' ucap Gery '' besok beliau tidak jadi datang, karena di rumah nya akan mengadakan pengajian '' ucap Gery '' pengajian? siapa yang meninggal'' ucap Reno menautkan alisnya menatap Gery ''keluarga dari istri pak Santoso yang tinggal di Paris '' ucap Gery '' istri pak Santoso itu masih kerabat dengan pak Robin '' ucap Gery yang menerima berkas berkas yang sudah di tandatangani oleh Reno '' aku ingin sekali bekerja sama dengan perusahaan itu '' ucap Reno menatap ke depan '' kita bisa bekerja sama dengan beliau, kemarin sempat orang kepercayaannya menghubungi saya '' ucap Gery ''bagus, kau atur jadwal pertemuan kami'' ucap Reno '' baik pak, kalau begitu saya permisi '' ucap Gery lalu pergi.
waktu sudah menunjukkan pukul setengah satu siang. Reno masih asyik dengan dunia kerja. tak lama pintu terbuka menampilkan seorang wanita cantik yang membawa rantang. '' maaf aku terlambat '' ucap Desi tersenyum, dokter cantik yang sekarang sedang dekat dengan Reno '' gak masalah, kalau pun aku sakit, aku akan minta pertanggung jawaban dari mu'' ucap Reno bercanda. sejak Desi merawat Reno kini mereka semakin dekat dan itu membuat dua keluarga besar menjadi senang '' gak masalah aku akan merawat mu sampai kau sehat '' ucap Desi yang telah duduk di sofa sambil membuka rantangan, Reno pun menyusul duduk di sofa berhadapan dengan Desi. '' wah nampaknya lezat nih '' u…
Updated 138 Episodes
Comments