Menceritakan hal yang berkaitan dengan Bima dan Kahfi selalu mampu menyentuh hati Arka. Bahkan Farah yang mendengarkan cerita itu menjadi sangat tersentuh. Apakah ada orang di zaman sekarang apalagi masih muda berperilaku seperti yang dicerikan suaminya.
Farah tersenyum dengan mata sedikit berkaca-kaca. Arka memang tidak menangis tetapi siapapun yang melihat pasti tahu apa yang dirasakan olehnya. Matanya memandang fokus pada tangan yang berada di atas meja, "Setiap yang mereka lakukan selalu memikirkan orang lain."
"Begitu mulia hati mereka Mas, semoga kita bisa menyusul mereka dalam urusan akhirat," ucap Farah sambil tersenyum.
Mereka mengakhiri obrolan itu karena pesanan mereka sudah datang. Yang membawa makanan itu adalah Andi. Bisa dikatakan di cafe tersebut ada beberapa karyawan, namun Andi tidak pernah menilai dirinya sebagai bos. Jika dia sanggup membantu, maka dia akan lakukan. Semua karyawan yang bekerja adalah teman-temannya semasa SMA yang kesulitan dalam hal ekonomi.
"Makan sayur yang banyak dek, untung aja ada persedian sayur kol." Andi sangat tahu kesukaan Farah. Dia berusaha memberikan perhatian yang baik karena tahu bahwa 18 tahu adek sepupunya itu tidaklah seberuntung hidupnya.
"Abang baik bener, kan makin sayang," balas Farah dengan wajah imutnya. Arka sedikit tidak suka dan itu membuat Andi tertawa, "Ya Allah Ka, Sepupu gue ini. Bucin amat."
Arka malah memberikan tatapan tajam.
"Lo nggak makan?" tanya Arka. Dia hanya melihat Andi meminum kopi berwarna hitam pekat.
Andi menahan senyumnya, jujur saja mereka jarang menanyai tentang makan satu sama lain. Mungkin perubahan umur dan keadaan membuat semuanya terasa berbeda secara perlahan.
"Nggak biasa gue makan jam segini," balas Andi sambil menyesap kopinya. Sedangkan Farah asik memakan makananya. Menu makan malam seperti biasa yaitu nasi dan juga olahan sayur kol yang entah kenapa membuat Farah begitu menikmatinya.
"Enak nggak Yang?" tanya Arka memastikan. Farah mengangguk. Arka mengambil piring sa…
Quickie Marriage
QM 48
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 49 Episodes
Comments
Santi Arianti
lanjut thorr
2020-09-06
0
Susan Hafeeza
lanjuutt
2020-09-06
0