[Benteng Perbatasan Barat Majaren]
Pasukan Xerone yang datang ke benteng barat berjumlah sekitar 20rb orang. Mereka berusaha membaur dengan prajurit Pantiko.
Ini pertama kalinya dalam ratusan tahun, pasukan dari kedua Kerajaan besar bertemu dalam misi yang sama. Lalu, Xerone dan Vera sedang berhadapan di tenda komando.
Mereka duduk saling berhadapan, sudah hampir 10 menit tanpa berbicara. Namun, Xerone mencoba berbicara terlebih dahulu.
"Aah, Jendral. Bagaimana kondisi disini.? Saya melihat tidak ada mayat yang tergeletak. Bahkan di luar benteng." Tanya Xerone dengan basa-basi.
"Ituu, sebenarnya. Saat kami datang kesini, Kaisar Naga sudah berada disini. Kaisar sudah membereskan semua musuh seorang diri. Aku dan pasukanku hanya di perintahkan untuk membersihkan mayat-mayat itu tanpa jejak." Kata Vera dengan serius. tapi sebenarnya ia gugup.
"Apaa.? Jadi Kaisar Naga datang sendiri kesini.? Ini seperti yang di lakukan di benteng selatan Jendral." Kata Xerone yang mulai serius.
"Haa, apa yang sudah terjadi disana Jendral.?" Kata Vera dengan terkejut.
"Aah, ituu. Sebaiknya aku tidak bercerita. Tapi kau sudah membukanya. Bisakah kita mengakrabkan diri dulu. Sebaiknya kau panggil saja namamu Xerone." Kata Xerone dengan gugup.
"Aa, aapa tidak apa-apa.?" Kata Vera yang terkejut.
"Tentu saja." Kata Xerone dengan tersenyum.
"Ekmm, baiklah Xerone. Kau juga panggil namaku Vera." Kata Vera dengan tersenyum senang.
"Oo, Aah. Baiklah Vera. Kita lanjutkan pembicaraan kita, aku sebenarnya sedikit gugup berbicara dengan Putri Naga." Kata Xerone yang sudah tertarik dengan Vera.
"Aa, aa, aaah." Suara Vera yang terkejut dengan wajahnya yang memerah.
"Aku akan sedikit serius. Saat aku ada di benteng selatan, aku dan pasukanku sedang berperang melawan 200rb prajurit. Dari 100rb prajurit itu adalah pasukan Blitz Thunder yang di pimpin langsung oleh Erwin. dan sisa pasukannya, menyerang ke benteng ini." Kata Xerone dengan serius.
"Haaa. Apa kau memenangkan perang itu.? Ini sangat mengejutkan…
Legenda Maharaja
Benteng Barat (1)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 122 Episodes
Comments