Syila menutup payungnya dan menyimpannya di wadah payung depan kelasnya. Hujan rintik telah membasahi kota itu sejak dini hari tadi. sepertinya dia menjadi orang pertama dikelasnya yang datang, beberapa siswa dari beberapa kelas pun ada yang hilir mudik di tengah gemericik hujan yang membuat enyuh suasana. Namun selang beberapa puluh menit siswa-siswa digegerkan dengan sesuatu yang membuat mereka bising, namun bukan berita tentang drama teater yang menjadikan Syila dan Nobel pasangan hits baru buatan mereka melainkan hal yang Syila pun tak menyangka kehadirannya.
''Syila.'' Seseorang berdiri dihadapan Syila sesaat setelah dia membuang sampah di depan kelasnya. gadis itu mengerjapkan matanya. ''Mikha?''
Lelaki itu menyunggingkan sisi bibirnya. ''Elo masih hidup rupanya.''
''Elo ngarep gue mati?''
Bel masuk berbunyi.
''Masuk kelas sana! Gue juga mau masuk kelas.''
''Bener nih ga ada pertanyaan?!''
''Kagak! Hus,hus,sana!''
Semenjak saat itu kabar Mikha ditolak Syila dikalangan anak-anak baru pun mencuat. Bahkan telah mengalahkan pasangan Syila-Nobel yang serasi sebelumnya.
Di waktu istirahat yang kesekian kalinya dalam dua tahun terakhir.
''Cieee yang lagi hangat-hangatnya dalam tabloid sekolah kita selama dua pekan terakhir! '' Ini kesekian kalinya geng Reals (Renita, adzestha, Syila ,Syria) berkumpul istirahat bersama dan seperti biasa teman masa kecilnya Renita selalu menggodanya sebagai pembukaan perkumpulan geng itu.
''Gak cape?'' Dan seperti biasanya pula, si datar Adzestha yang ikut-ikutan menggodanya.
''Ngak. Ya iyalah!''
''Jadi yang mana?'' Dan biasa juga bagi si polos Syria yang sekarang terlihat lebih langsing setelah melakukan diet sederhana dan tidak ketat serta rajin berolahraga membakar kalori yang telah membuahkan hasil, membuatnya terlihat lebih manis.
''Ya capek ngeladenin kalian! Udah ah gue laper mau makan keburu masuk!''
***
Mikha memang telah kembali selama dua minggu ini, dan yang hanya mengetahui alasannya hanyalah dua orang yang dia temui perta…
Sweet Heart Boys
86. Dia Kembali
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 91 Episodes
Comments