''Pak, ini sampel buku yang sudah mereka buat tentang pengelolaan sampah.'' Rama dan ketiga lainnya sudah tiba di ruang Kepala Sekolah yang sudah ada sang empunya bersama seorang pria pertengahan tiga puluhan berkacamata sudah duduk disampingnya. Mereka duduk saling berhadapan. Rama menyodorkan satu buku yang tidak begitu tebal penuh dengan warna yang menarik tetapi bukan buku anak-anak tetapi bisa untuk semua umur. Terangkum dengan apik dengan pilihan kata yang asik , singkat , padat dan jelas. Kedua pria yang terpaut usia sudah cukup jauh , pria tiga pukuh tahunan dan lima puluh tahunan itu membaca satu persatu halaman hingga selesai secara bergantian. ''Uhmm, bagus!'' Komen Pak Kepala dengan medok jawanya. ''Bukankah begitu, Pak Indra?''
''Ya, ini singkat, padat, jelas ,dan menarik untuk dibaca. Semua kalangan pasti suka, apalagi dengan orang-orang yang tidak gemar membaca pun pasti mau membaca!''
''Siapa yang menulis? '' Mereka terlihat terkekeh kecil, para siswa yang berada dideoan mereka mengulum senyum. Indra dan Pak kepala bertanya bersamaan. Rama, Syila dan Haru menoleh dan menunjuk ke arah Nobel. ''Ini, Pak. Namanya Nobel yang ingin dipanggil Noir.'' Sahut Rama membuat Nobel menggaruk belakang ceruknya. ''Kenapa mesti dijelasin?''
''Hahahaha, begitu ya. Bagus! Bagus!'' Nobel menggaruk keningnya. ''Kamu suka menulis ya?'' Tanya Indra. ''Lumayan, Pak.''
''Sudah lama menulis?'' Tanya Pak Kepala. ''Saat SD aja sampai kelas dua.''
''Loh ga diterusin? Jadi, ini perdana lagi?'' Nobel mengangguk. ''Iya,Pak.'' Pria paruh baya itu manggut-manggut. ''Ini sudah bagus, iya Pak Indra?'' Diiyakan oleh pria di sebelahnya. ''Jadi, bisa kan diperbanyak sesuai permintaan kemarin?''
''Bisa, Pak!''
''Semangat Pak, Nak Nobel eh Noir.'' Goda Pak kepala. ''Iya, pak.''
''Kalau begitu selamat kembali ke ruangan kalian ya, saya mau ada keperluan dulu.''
''Baik pak, kami permisi dulu.''
''Ya.''
Mereka pun keluar dari ruang Kepala Sekolah. Rama kembali ke ruangan OSIS setelah pembi…
Sweet Heart Boys
78. semakin sibuk
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 91 Episodes
Comments