"Baik, Ibu," jawabku lembut sembari berjalan meninggalkan tenda pengungsian.
Dengan langkah kaki bersemangat, aku melangkahkan kakiku menuju tanah lapang untuk melaksanakan salat berjamaah. Bagiku dinginnya pagi, baju yang kering di badan, keterbatasan peralatan salat hingga matinya lampu tidak menghalangiku untuk datang menghadap Sang Pencipta dengan hati yang kuserahkan seutuhnya untuk Allah, karena aku tidak ingin lagi menggantungkan harapanku kepada manusia jika aku tidak ingin merasakan pedihnya sebuah pengharapan selain berharap kepada Allah.
"Fatimah, Fatimah!" kudengar suara Fatir tengah memanggil-manggil namaku.
Aku berhenti berjalan dan menatap ke sekelilingku dengan ditemani cahaya rembulan.
"Fatir, ada apa?" tanyaku penasaran dengan rasa yang menghantuiku.
"Kamu dari mana saja, aku kehilangan!" ucap Fatir dengan wajah yang penuh dengan sejuta kekhawatiran keapdaku.
aku diam sembari menatap wajah sahabatku itu, wajah yang terlihat berbeda dari biasanya bahkan baru kali ini aku melihat kekhawatiran dan kecemasan di wajah itu untukku.
"Aku tidak kemana-mana, hanya disini saja!"
"Aku takut terjadi hal buruk kepadamu," ungkap Fatir.
Entah apa yang terjadi kepada lelaki itu, Tiba-tiba air mata jatuh menggenangi pipinya, ia menangis didepan mataku.
"Apapapun yang terjadi kamu harus sabar dan ikhlas, Tir," ungkapku menasehati Fatir.
Aku tidak tahu apa yang terjadi pada lelaki itu, tapi hanya itu satu-satunya kata penghibur yang bisa ku ungkapkan kepadanya.
"Ikhlas dan rido dengan ketetapan yang telah Allah gariskan kepada hamba-Nya memang sangat sulit sekali, tapi Allah akan memberikan balasan yang sangat besar untuk hamba-hamba-Nya yang berhasil menjalankan semua ujian dan takdir dari Allah," ungkapku lagi menasehati Fatir.
Ya, aku seperti seorang munafik, aku belajar agama dan banyak hal tentang islam, aku juga bahkan menasehati orang lain agar bisa sabar, ikhlas dan rido dengan ketetapan Allah, namun aku sendiri malah sulit untuk mempraktikkannya dalam kehid…
Sesuci Cinta Fatimah
Bertemu Fatir
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 58 Episodes
Comments