Arian melepaskan Deo kemudian duduk di kursi kebesarannya. Tatapannya begitu dingin dan hampa, jari tangannya diketuk-ketuk di atas meja membuat sebuah irama di keheningan.
Deo merapikan kemejanya kemudian ia hanya berdiri seperti patung, ia menunggu perintah Arian selanjutnya.
Ia takut salah mengatakan sesuatu yang bisa membuat Arian marah, karena Arian tidak seperti dulu lagi.
"Deo sekarang siapkan mobil kita akan kejalan bahagia no.1." ucap Arian.
"Baik tuan." jawab Deo.
Kemudian keduanya keluar dari perusahaan dan segera melajukan mobilnya ke jalan bahagia no.1 untuk menuju kediaman Elang.
Sementara Putri sudah menceritakan semuanya kepada ibu Isti, bahwa pemilik perusahaan Dewantara sedang menyelidiki tentang Elang dan juga dirinya.
"Ibu apa yang harus kita lakukan sekarang ? jika kita pindah dari sini kita akan tinggal di mana lagi ? tetapi jika masih disini Putri takut Bu." ucap Putri sambil menggenggam tangan ibunya.
"Putri jangan takut, belum tentu orang itu berniat jahat. Siapa tau ia hanya kagum dengan kemampuan Elang." jawab ibu Isti.
"Tapi Bu, dari mana mereka tau semua kemampuan Elang ? apakah mereka pernah bertemu sebelumnya ?" tanya Putri.
"Ibu juga tidak tau. Mungkin ... ." ucap ibu Isti terhenti saat mendengar ketukan pintu dari seseorang di luar.
"Ibu itu pasti mereka. Kita harus bagaimana ?" tanya Putri dengan ketakutan.
"Kau sembunyi saja disini. Ibu yang akan menemui mereka." jawab ibu Isti.
Kemudian ia segera keluar untuk menemui seseorang yang berkunjung ke rumahnya tanpa diundang itu.
"Siapa diluar ?" tanya ibu Isti.
"Saya Deo Bu, dari perusahaan Dewantara." jawab Deo.
"Ternyata benar apa yang dikatakan oleh Putri, bahwa mereka datang ke sini. Aku harus melindungi Putri dan juga Elang. Karena selama ini tidak ada seorangpun yang mencari keberadaannya sejak kami temukan." batin ibu Isti.
"Silakan masuk tuan." ucap ibu Isti setelah membukakan pintu.
Arian dan Deo kemudian masuk dan segera duduk di sebuah kursi tamu yang sudah usang. Saat Arian…
Harta Terindah
Bab. 9. Rindu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 39 Episodes
Comments