Setelah beberapa saat mereka mengobrol, Elang berpamitan untuk kembali ke kamarnya, ia sangat menyukai komputer barunya.
Dengan serius ia mengotak-atik komputer tersebut, ia sangat ingin segera mengetahui siapa orang yang berniat jahat terhadap mamanya.
Selama ia berada di rumah dan bertemu dengan beberapa keluarga atau para pelayan, semuanya begitu tulus menyanyi Airin. Terlihat dari sorot mata yang begitu tulus saat menatap dan melayani Airin.
Semuanya begitu sangat menyayangi mama dan papanya, bahkan kakek Dokter yang semalam ia temui juga sangat menyayangi mereka.
Setelah lama ia mengotak-atik keyboard dihadapannya ia masih belum bisa menemukan titik terang.
"Siapa sebenarnya orang jahat itu ? atau sebaiknya aku ikut papa ke ke perusahaan agar aku bisa melihat secara langsung orang-orang yang berinteraksi dengan kedua orang tuaku." ucap Elang lirih.
Elang duduk bersandar di kursi sambil menatap lurus ke depan. Ekspresi wajahnya sangat rumit. Kedua tangannya mengepal sangat erat terlihat ia sangat marah karena belum bisa menemukan siapa penjahat itu.
"Elang, bolehkah papa masuk ?" terdengar suara dari luar.
Perlahan Elang turun dari kursi kemudi ia membuka pintu kamarnya. Terlihat Arian sudah berdiri dengan senyum menghiasi wajahnya.
"Papa silakan masuk !" ucap Elang sopan.
"Sebenarnya papa hanya ingin mengajakmu pergi bermain ke sebuah restoran yang paling terkenal di kota ini, di sana ada wahana bermain juga. Apakah kau ada waktu ?" tanya Arian setelah duduk di samping putranya.
"Apakah tidak sibuk dengan pekerjaan di perusahaan ?" tanya Elang.
"Setiap hari sibuk bekerja, lalu kapan waktu untuk anak dan istri. Sebagai seorang lelaki kelak kau juga harus bisa membagi waktu antara bekerja dan keluarga."
"Kau harus ingat, bahwa keluarga lebih penting dan merupakan harta terindah dan termahal yang kita miliki." jawab Arian.
"Baiklah jika itu keputusan papa, Elang sangat bahagia bisa menghabiskan waktu bersama papa dan mama dan pastinya dengan nenek." ucap Elang.
"…
Harta Terindah
Bab. 22. Media
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 39 Episodes
Comments