Zero merenungi sikapnya pada Yani, ia merasakan perasaan aneh yang belum pernah ia rasakan bahkan saat ia menjalin kasih dengan Larissa empat tahun silam.
Dalam kamar yang luas dan megah, Zero meneguk sedikit demi sedikit secangkir kopi pahit sembari menatap langit malam dari atas balkon kamarnya.
"Kak Zee!" Panggil suara mungil dari balik pintu kamar.
"Masuk!" Titah Zero membalikan badan."Stop sampai sana!" Pinta Zero mulai merasakan mual akan kehadiran adik perempuannya.
"Huh! Sama aku aja kakak mual! Kok sama kak Yani, kakak nggak mual sih? Curang!" Gerutu Bora adik Zero yang paling kecil.
"Maaf Bora, ada apa?" Sahut Zero meneguk kasar slavinanya.
"Kakak beneran mual pas sama aku?" Tanya Bora sedih.
"Bora...bisa kamu tinggalkan kakak, kakak udah nggak kuat!" Ucap Zero menahan sakit diperutnya.
"Hm...iya deh...padahal aku mau kasih tau, kalau kak Yani datang tuh, lagi sama nenek di teras" kata Bora berlenggang pergi keluar kamar kakaknya.
Bora berlari kecil menuju nenek dan Yani yang tengah mengobrol santai di teras rumah.
"Loh...kok cemberut?" Tanya Yani membelai sayang pucuk kepala Bora.
"Itu kak Zero masih aja mual dekat-dekat sama aku, ngeselin kan kak" keluh Bora sedih.
"Kok bisa? Sama kakak dia baik-baik saja" kata Yani bertanya-tanya.
"Rissa yang membuat Zee seperti itu, kau tau? Harga diri Zee jatuh ke lapisan bumi yang paling dalam, dimana ia justru diperkosa oleh Rissa bukan sebaliknya" celetuk Jola tersenyum miris pada Yani.
"Eh...diperkosa?" Yani tertegun.
"Bora...kamu kembali ke kamar mu ya..." titah Jola lembut.
"Baik nek..." sahut Bora."Kak...kalau mau pulang ke kamar aku dulu ya...ada yang mau aku kasih ke kakak" lanjut Bora lalu pergi.
Yani mengangguk dengan seulas senyum.
"Bora sama seperti Zero, ia tidak mudah akrab dengan orang yang baru saja ia kenal tapi...coba kau lihat dia, baru beberapa kali bertemu denganmu ia sudah terlihat terbiasa akan kehadiran dirimu" ungkap Jola.
"Eh...mungkin karena memang aku mudah akrab dengan anak kecil nek" sah…
Istri kontrak
Penolong
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 34 Episodes
Comments