Part 43

Sesampainya di rumah Rayyan langsung meletakkan tubuh Zhia di bathtub. Dia menguyur tubuh Zhia lalu menyabuninya dengan bersih seakan dia tidak rela bekas sentuhan Jefri mepekat di tubuh Zhia. Dia membuang gaun yang di kenakan Zhia lalu membersihkan tubuh Zhia sampai bersih.

"Kenapa sih kamu itu sangat keras kepala, Sayang? Sudah aku katakan jangan terima tawaran Ramlan tapi kamu terus saja tidak mendengarkanku" ucap Rayyan kesal sambil terus saja mempersihkan tubuh Zhia.

Mendengar ocehan Rayyan, Zhia hanya menunduk sedih sambil meneteskan air matanya. Melihat itu hati Rayyan bagaikan teriris, dia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi kepada Zhia dan kandungannya jika dia dan Kinan terlambat menyelamatkannya.

"Maafkan aku, Zhi. Maafkan aku karna belum bisa melindungimu dengan baik" ucap Rayyan memeluk Zhia sambil menitikkan air matanya.

"Kamu baik baik saja di dalam'kan, Sayang. Maafkan papa karna belum bisa menjadi papa yang baik untukmu" ucap Rayyan mengusap perut Zhia yang mulai membuncit sambil menciuminya dengan lembut.

Karna merasa tidak puas Rayyan masuk ke dalam bathtub dan berendam bersama Zhia. Dia menatap wajah Zhia yang memerah dan sudut bibirnya yang sedikit koyak karna tamparan Jefri. Melihat itu amarah Rayyan semakin memuncak dia menyesal karna tidak membunuh Jefri dengan tangannya tadi.

"Maafkan aku! Maafkan aku yang tidak pernah mendengarkan ucapanmu" ucap Zhia lirih sambil terus menitikkan air matanya.

"Kamu tidak salah, Sayang. Aku yang salah karna belum bisa mendidikmu dengan baik. Aku terlalu sibuk dengan dunia luar sehingga aku lupa aku mempunyai tanggung jawab yang sangat besar kepadamu" ucap Rayyan menghapus air mata Zhia.

Rayyan mencoba memeluk Zhia dan membiarkannya menangis di dalam pelukannya. Setelah melihat Zhia mulai tenang Rayyan mencoba mengusap punggungnya lalu mencium keningnya dengan lembut. Rayyan menatap bibir pink Zhia lalu mencoba mengusapnya dengan ibu jarinya. Rayyan mencoba mendekatkan bibirnya dengan bibir Zhia. Namun, belum sempat menyatukannya aksi Rayyan tiba tiba di hentikan oleh suara keributan di luar.

"Rayyan" teriak Kinan sambil mengedor pintu kamar mandi.

"Sial! Kenapa sih itu anak selalu saja mengangu moment romantisku" ucap Rayyan mengacak acak rambutnya frustasi.

Rayyan langsung saja bangkit dari bathtub lalu membantu Zhia untuk berdiri. Rayyan mencoba mengeringkan tubuh Zhia dengan handuk lalu menutup tub…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Babar Dbabarian

Babar Dbabarian

cerita nya seru tapi terkadang tulisan nya masih kebalik balik ya yang ada dalam ruangan itu sita sama rissa tapi kenapa rissa jadi tika ya jadi rancu gitu ya, maaf ya kalau salah

2025-05-19

0

nissa

nissa

hadeh

2025-07-16

0

Ds Phone

Ds Phone

dia sama dia pulak gaduh

2025-04-12

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!