Part 81

Setelah satu bulan baby Gibran terlahir ke dunia ini Zhia dan Rayyan melakukan syukuran cukur rambut baby Gibran. Semua tamu undangan berdatangan tidak ketingalan para sahabat mereka yang sangat heboh. Rissa dan Shinta terus saja berebutan untuk mengendong baby Gibran sehinga membuat Kinan dan Wildan pusing melihatnya.

"Ris, aku lagi! Kamu sudah dari tadi lo" rengek Sinta karna Rissa tidak mau memberikan baby Gibran kepadanya.

"sebentar lagi! Aku masih bermain dengannya. Lihat dia sangat mengemaskan" ucap Rissa tidàk mempeedulikan rengekan Sinta.

"Sayang! Lihat Rissa tidak mengijinkanku mengendong baby Gibran" adu Sinta sambil memayunkan bibirnya manja.

"Nanti ya, Sayang. Nanti kamu juga bisa mengendong baby Gibran kok" bujuk Wildan.

"Rissa sudah dari tadi mengendongnya. Aku kapan?"

"Ris! Berikan baby Gibran sebentar kepada Sinta sebentar ya" ucap Wildan memohon.

"Tapi aku masih bermain dengannya" ucap Rissa.

"Sayang! Kasih. Sebentar saja. Nanti kamu juga bisa maìn dengan baby Gibran sepuas hatimu" ucap Kinan membujuk Rissa.

"Ini" ucap Rissa mengalah tapi tidak lupa dengan wajah cemberutnya.

"Ayo ke kamar" ucap Rissa menarik tangan Kinan.

"Gapain, Sayang?"

"Aku mau bikin bayi seimut dan mengemaskan seperti baby Gibran" ucap Rissa ketus sambil terus menarik tangan Kinan.

"Siap laksanakan tuan putri" ucap Kinan semangat lalu membawa Rissa kedalam gendongannya.

"Aku juga. Aku juga mau membuat bayi seperti baby Gibran" ucap Sinta tidak mau kalah.

"Kalau itu gampang, Sayang. Suamimu ini selalu siap sedia" ucap Wildan semangat lalu memberikan baby Gibran kepada Nur.

Wildan membawa Sinta kedalam gendongannya dan membawanya ke kamar tamu. Para tamu undangan yang melihat tingkah kedua pengantin baru itu hanya mampu mengelengkan kepala mereka sambil terkekeh kecil.

"Apa kita tidak mengikuti jejak mereka, Sayang?" ucap Ardiyan menatap nakal Nur.

"Belum mahrom!" ucap Nur ketus lalu melangkahkan kakinya meningalkan Ardiyan.

"Bos! Atur pernikahan kami secepatnya" ucap Ardiyan menatap Rayyan memelas.

"Kamu tenang saja! Setelah acara ini kami akan mengatur pernikahanmu dengan Nur secepatnya" ucap Zhia tersenyum ramah.

Acara di lakukan dengan begitu meriah dan juga di hadiri oleh seluruh rekan bisnis dan juga sahabat mereka. Para tamu yang datang langsung terpesona dengan aura ketampanan baby Gibran yang langsung menghipnotis mereka.

Sehingga semua tamu ingin mengendong dan mencubit wajah gembul baby Gibran yang sangat mengemaskan. Masih bayi saja sudah jadi rebutan para wanita apa lagi sudah dewasa nantinya.

Setelah acara selesai para tamu undangan perpamitan pulang tingallah Wildan, Sinta, Kinan, Rissa, dan Ardiyan di sana. Kali ini Rafi tidak bisa datang karna ada urusan bisnis di luar negeri. Sinta dan Rissa terus saja bermain dengan baby Gibran sehingga membuat Kinan dan Wildan merasa di abaikan.

"Sayang, bukannya tamu bulananmu datangnya setiap awal bulan ya?"…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Ruk Mini

Ruk Mini

tinggal babank Rafy thorr..kesian die msh jomblo, tpi smua Bahagia, smua suka cita baby" pun otw, senang y liat mereka bahahia, ok tq thorr d tgg karya" mu lgi🙏👍👍👍

2025-09-30

0

Panji Setiawan Suryadi

Panji Setiawan Suryadi

untung aku baca ending langsng...jd tau ending nya gmn...gak jd baca...bisa2nya sdh d aelingkuhi liat lakinya mencumbu wanita lain tp masih mau balik lg🤮

2025-11-20

0

Riyakim

Riyakim

waaah happy ending /Angry/

2025-07-29

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!