Vico dan Denis telah sampai di kantor. Mereka segera menuju ruang kerja mereka masing-masing. Baru saja Vico masuk ke ruangannya, seseorang mengetuk pintu ruangan kerjanya.
Tok... tok... tok...
"Ya, masuk," ujar Vico sambil meletakkan tas ranselnya diatas meja.
Seorang wanita masuk ke dalam ruangan itu dengan raut wajah cemas.
"Vico, kamu ga apa-apa? Udah baikan kamu?" tanya wanita itu sambil memperhatikan Vico.
"Iya mbak, aku baik-baik aja kok," jawab Vico datar.
"Aku khawatir loh Vic. Pas kamu dikeroyok kemarin aku benar-benar ga nyangka dan ga menduga sama sekali,"Aurel mencoba memberikan perhatian pada Vico.
"Mbak Aurel ga perlu khawatir, semuanya udah selesai kok."
"Selesai gimana Vic?" wanita itu mengernyitkan dahinya.
"Aku sudah mencabut tuntutanku," Vico menghela nafas.
"Kok gitu sich kan kamu diserang Vic. Udah seharusnya kamu mengajukan tuntutan," terlihat Aurel merasa tidak suka. Dia benar-benar merasa tidak terima karena pelaku penyerangan itu tidak dipenjarakan.
"Udahlah mbak, biarin aja. Saya juga udah cape bahasnya. Lebih baik, mbak tinggalin saya sendiri dulu. Saya mau menenangkan pikiran saya dulu," pinta Vico sambil menyibukkan diri dengan pekerjaannya.
"Baiklah, kalau begitu. Sepertinya kamu lagi ga mau bicara. Mungkin saya salah waktu buat bertanya sama kamu. Maaf ya, kalau saya mengganggu waktu kamu," ucap wanita itu kemudian dia segera keluar dari ruangan Vico.
Dia sadar diri, saat memperhatikan Vico bicara tadi. Mungkin mood Vico lagi kurang baik. Makanya Vico jadi sensian seperti itu. Wanita itu segera kembali ke ruangannya untuk bekerja.
***
Lyora sedang sibuk mempersiapkan dirinya, karena hari ini dia akan memulai kehidupan barunya di Australia. Reynold sebagai kakak yang baik, mengantarkan sang adik menuju ke kampus barunya, karena kebetulan kampus yang akan menjadi tempat Lyora kuliah itu berdekatan dengan proyek apartemen yang sedang dibangun Reynold bersama timnya tentunya memudahkan baginya untuk melakukan dua hal sekaligus. Yaitu m…
Menikah Dini
Babak Baru Kehidupan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 114 Episodes
Comments