"Aku benci padamu, kenapa kau sangat menyebalkan!" teriak sang gadis.
Dia merasa bahwa Kim sangat keterlaluan. Kalau tidak mengerjainya, pasti Raina tetap dengan senyumnya dan memberikan penyambutan terhadap Kim.
"Hey, kau jangan seperti itu, kau memahami rasa cintaku yang sangat besar terhadapmu. Kenapa dengan mudahnya membenciku?"
"Aku tidak membencimu, tapi sedikit benci saja. Aku ingin kau berada dalam kesehatan lahir dan batin. Saat mengetahui kau diam saja tadi. Aku sangat takut."
Raina mulai luluh, dia tidak ingin Kim sakit, atau pun tiada, jadi dia cemas.
"Oh, jadi sebenarnya kau sangat mencemaskan aku? aku sudah masak untukmu. Makanan yang sangat enak. Kau paham kan? Ini makanan yang sangat enak."
"Jangan banyak bicara, enak bagaimana? sampai kau mengatakannya berulang-ulang."
"Buka dulu pintunya, baru kau paham enaknya makanan ini."
Raina sebenarnya begitu lapar, hanya malas saja untuk membuka dengan cepat pintu itu.
Klek!
Pintu terbuka, Raina sangat senang saat menatap wajah calon suaminya yang cerah.
"Ini, makanan untukmu."
"Ya, tapi aku tidak mau bertemu ibu. Dia tega padaku."
"Ya, kau mau makan dimana sayang?"
"Kamar saja."
"Oke."
Sang kekasih masuk ke dalam kamar Raina. Keduanya duduk di tempat yang sudah tersedia.
Raina berada di hadapan calon suaminya.
"Aku ingin kau menyuapi aku," pinta Raina.
"Baiklah."
Raina merasa senang karena mendapatkan satu suapan demi suapan untuk makan malam ini. Berhadapan seperti ini, membuat Raina salah tingkah. Sebab sebelumnya tidak ada hal seperti ini.
Dia teringat akan pertama bertemu dengan Kim, semuanya terasa begitu cepat.
"Sayang, kenapa kau sangat menikmati suapan dari tanganku?" tanya Kim dengan senyum manisnya.
"Iya, karena aku begitu bahagia. Apa tidak paham juga?"
Raina juga hampir menangis, Kim mengusap air mata gadis itu.
"Kau jangan menangis, karena saat air mata jatuh dari sudut matamu. Aku tidak akan dunia tahu, betapa sedihnya aku. Cukup menangis karena kebahagiaan saja," ujar Kim.
Dia sangat senang m…
Sehabis Hujan
SH - Bab 26
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 30 Episodes
Comments