Malam itu menjadi malam yang paling aku benci, malam di tengah guyuran hujan yang kembali melanda kampung halamanku, tempat yang selalu aku rindukan justru menjadi tempat yang paling aku benci sekarang ini, tidak tahu harus pergi kemana dan tidak tahu harus berbuat apa, aku hanya duduk di bangku taman seorang diri, dengan mengangkat kedua kaki ke atas kursi panjang tersebut, menundukkan kepala dan menyembunyikan wajah di balik kedua lututku, membiarkan hujan mengguyur tubuhku dengan sendirinya hingga seluruh badanku benar-benar basah oleh air hujan.
Aku sengaja tidak berteduh, karena hanya dengan cara ini air mataku tidak akan terlihat, sebab hujan yang juga menerpa wajahku.
Sampai tiba-tiba saja aku tidak merasakan lagi air hujan jatuh pada tubuhku, digantikan dengan sebuah jaket hangat yang aku rasakan mulai menyelimuti tubuhku, sampai ketika aku menengadahkan kepala dan menatap ke samping rupanya itu Jingmi, dia berdiri di hadapanku dengan memegangi sebuah patung berwarna hitam dan memberikan jaket miliknya pada tubuhku saat itu.
"Jingmi, kenapa kamu bisa disini?" Tanyaku dengan wajah yang heran.
Dia langsung menarik tanganku dan menggandeng membawa aku pergi dari sana secepatnya, tanpa adanya basa basi yang lain saat itu.
"Ayo kita pergi, kamu tidak boleh sakit." Ucapnya begitu saja.
Aku tidak berani bicara dan hanya diam saja, hingga sampai di depan sebuah rumah dan dia membawa aku masuk ke dalam rumah tersebut, nampak rumahnya cukup besar dan sangat bersih, tidak ada siapapun di dalam rumah itu, Jingmi menyuruhku duduk di sofa yang ada disana dan dia memberikan air hangat juga handuk kepadaku.
"Minum dulu airnya lalu cepatlah mandi, sebelum kau akan demam." Ucapnya kepadaku.
Aku mengangguk dan menuruti perkataan dia, setelah selesai mandi aku sudah melihat koperku di bawa ke dalam sebuah kamar oleh Jingmi, aku mengikutinya dan dia ternyata mengetahui aku yang berdiri di belakangnya saat itu.
"Kenapa diam disana, ayo masuk ini kamarmu aku bantu kau membawa kope…
Professor Ling I Love You
Ending
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 78 Episodes
Comments