Bab 23 PMM
Keberadaan Lani dan Dikta yang tidak diketahui dan tidak bisa dihubungi membuat Briana semakin panik. Dengan lemah, letih, dan lesu, bahkan Briana i menyandarkan tubuhnya ke dinding. Ia Iantas menutupi mukanya dengan kedua tangan dan menangis.
"Bri, kenapa nangis?" tanya Rara.
"Gue takut kalau kita bakal kehilangan Lani. Habis itu Dikta bakal bunuh gue," sahutnya.
"Hah? Kok, elu bisa ngomong gitu?" Tyo mengernyit.
Pemuda itu langsung bergerak saat dilihatnya tubuh Briana meluruh. Ditahannya tubuh Briana dengan kedua tangan.
Rara mencolek siku Raja. Gadis itu berpikir sepertinya Briana dan Tyo butuh waktu berdua. Rara menarik lengan Raja lalu memutuskan untuk meninggalkan tempat itu tanpa bicara.
Tyo lantas membawa Briana ke satu ruang kelas yang kosong, tidak jauh dari tempat mereka berdiri tadi. Dia tidak ingin ada yang melihat sosok Briana yang tampak menangis sesenggukan seperti tadi.
Tyo lalu menutup pintu lalu ditariknya sebuah kursi untuk Briana. Dengan sabar ditunggunya sampai tangis perempuan itu sampai mereda. Ingin rasanya Tyo memeluk Briana, tetapi entah mengapa lengannya menjadi enggan menarik tubuh Briana ke pelukannya.
"Kenapa elu bisa berpikir kalau Dikta yang bunuh temen-temen kita?" tanya Tyo.
Briana menghapus air matanya lalu mengangkat wajah bule-nya itu.
"Elu nggak tau kalau Dikta itu psychopath? Gue denger waktu dia SMA, Dikta pernah buat temennya mati karena kecelakaan! Dia nabrak temennya, Yo! Gue tahu dari mantan pembantu rumahnya yang tinggal di samping kontrakan gue," ucapnya.
Sesaat Tyo terdiam. Kemudian dia menghela napas, lalu menarik sebuah kursi ke depan Briana.
"Gue kenal Dikta udah lama dari masuk SMA. Dia emang temperamen tapi kayaknya nggak bakal dia bunuh orang. Di SMA nggak ada kejadian dia nyelakain temennya, kok," sahut Tyo.
"Dia masuk SMA elu pas kelas sebelas, kan? Dia murid pindahan, kan?"
Tyo merenung sejenak dan akhirnya tersadar kalau Briana benar. Dikta memang murid pindahan.
"Tenang aja, Bri. Gue udah b…
PETAKA MAPALA MERAH
Bab 23 - Sakit Jiwa
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
benar" Dikta tuh sakit jiwa
2024-01-01
1
Anonim
buset si dikta bener bener minta di kasih panta ini mah 😂😂 ngomong ko lempeng banget diya kira nabrak orang kaya nabrak semut kali yaa ngakakkkkk emang si dikta ampun ampun. 🤣🤦🏻♀️🤦🏻♀️
2023-05-16
1
ais
gilak bgt si Dikta
2023-05-16
1