Bab 79 PMM
Siang itu, Briana terbangun di sebuah ruangan dalam kantor polisi yang berukuran 3x3 meter persegi, dengan kondisi tubuh penuh keringat dingin. Ruangan yang memiliki kipas angin besar yang menempel di dinding, sepertinya tidak mampu menahan tetesan keringatnya. Briana merasa tubuhnya tak berdaya.
Briana belum dipindahkan ke penjara wanita karena belum ada keputusan resmi dari pihak berwenang terkait statusnya, sehingga ia masih dititipkan di penjara sementara yang ada di kantor polisi pusat bersama tahanan baru lainnya.
Briana mencoba bangun dengan sekuat tenaga untuk mengambil obat yang harus ia minum. Beruntung Rara dan Lani mengunjunginya setiap hari dan membawakan obat-obatan serta perlengkapan lain yang Briana butuhkan.
Namun, ketika ia mencoba untuk bangkit berdiri mengambil air minum di sudut ruangan, ia terjatuh. Kakinya terasa lemas sekali. Briana kemudian mencoba bangkit mendekati meja yang di atasnya terdapat dispenser dan akhirnya berhasil.
"Elu nggak apa-apa?" tanya seorang wanita yang dipenjara karena diduga membunuh suaminya sendiri karena merudapaksa adiknya.
"Nggak apa, Bu. Tapi agak pusing dikit," jawab Briana.
"Temen elu belum pada dateng lagi bawa makanan?" tanyanya.
"Kayaknya belum," sahut Briana.
Dengan cepat ia meminum obat yang berupa empat kapsul berukuran lebih besar dari obat-obat biasa. Briana sebenarnya merasa heran, dia sudah melakukan semua kegiatan yang disarankan Dokter Andi dengan teratur, tetapi kenapa kondisinya malah semakin lemah dan tak kunjung membaik.
Tiba-tiba, seorang penjaga memanggil Briana. Dia berseru karena ada pengunjung untuk Briana.
"Jangan lupa nanti kalau ada makanan dari mereka bawa ke sini!" ujar Bu Gendis yang yakin kalau kawan-kawan Briana yang datang berkunjung siang itu.
"Iya, Bu. Nanti gue bawa ke sini!" sahut Briana.
Briana berjalan perlahan ke mengikuti sang penjaga. Dia memerhatikan beberapa pria yang sedang berdiri di dalam salah satu ruangan berjeruji menatapnya. Briana hanya bisa menga…
PETAKA MAPALA MERAH
Bab 79 - Kondisi Briana Terkini
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
lama amat terpecahnya
2024-01-02
0
Rumini Parto Sentono
makin rumit nihh susah ditebak, siapa pelaku pembunuhannya....
2023-08-17
0
Ayuk Vila Desi
lanjut
2023-06-28
0