''Iya, mama dan papa tunggu di luar!'' ucap Mama Naraya sambil menuruni anak tangga, menemui suaminya di lantai bawah.
Tak lama kemudian, Brama pun menyusul mamanya. Ia nampak kelihatan sangat religius dengan jubah dan sorban yang menghiasi kepalanya.
''Maa syaa Allah, anak mama dan papa tampan sekali. Mirip sekali dengan pangeran Arab,'' puji mama Naraya yang begitu sangat terpukau dengan kharisma yang terpancar dari putra semata wayangnya.
Begitu juga papa Rakha, ia pun ikut memuji putranya,'' kau memang benar-benar duplikat papa, Nak!'' papa Rakha menepuk pundak Brama sebagai dukungan penuh pada putranya.
''Terima kasih, Pa, Ma. Mari kita berangkat!'' ujar Brama dengan penuh antusias.
Ketiga keluarga kecil itu pun berangkat menuju kediaman dokter Yashinta dan keluarganya. Hanya butuh waktu 20 menit perjalanan mereka pun sampai disana. Yashinta dan keluarganya menyambut hangat kedatangan mereka.
''Maa syaa Allah, silakan masuk! tuan Rakha Raditya Kyswara dan nyonya Naraya, juga nak Brama!'' ucap Qaishar Gertrudis ketika keluarga Brama sudah memberikan salam penghormatan di hadapan pintu rumah mereka.
''Terima kasih, calon besan!'' ucap papa Rakha sambil menyalami dan merangkul tubuh Qaishar, Abinya Yashinta.
Mama Naraya pun bersalaman dan saling merangkul dengan calon besan wanitanya ummi Adzkiya. Brama pun ikut menyalami calon mertuanya.
Yashinta pun baru saja keluar dari dalam kamarnya, ia mengenakan pakaian syar'i yang juga didominasi warna putih, sama seperti Brama. Wajahnya yang terrutup cadar putih semakin menunjukkan kepribadiaan dan keanggunannya sebagai seorang wanita muslimah.
''Sayang, silakan duduk. Berikan salam untuk calon mertuamu!'' titah ummi Adzkiya sambil tersenyum pada putrinya Yashinta yang tertunduk malu ketika manik matanya tidak sengaja bertemu pandang dengan calon suaminya Brama Adyaksa Kyswara.
Yashinta pun menyalami calon ibu mertuanya, sedangkan pada calon papa mertuanya ia menangkupkan tangan di dadanya begitupun pada calon suaminya.
…
Sebening Dukamu
Bab 102. Ku Pinang Kau Dengan Bismillah!
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 123 Episodes
Comments