“Mih, kesini deh, ada tamu yang mencari anak kecil kemari” minta Bik Lan menunjukkan wajah Aya di layar sedang menunggu di luar.
“Mana-mana? Mungkinkah dia ibunya?” ucap Mamih bertanya-tanya.
“Mau dibukakan atau tidak pintunya Mih?” tanya Bik Lan lagi.
“Mamih saja yang keluar menemuinya” imbuhnya.
Setalah menjawab pertanyaan dari dalam, tidak ada respon lagi, Aya terus menekan bell, hingga Mamih keluar.
“Nyonya, apakah ada anak kecil usia enam tahun ke sini?” tanyanya tidak sabaran.
“Anda siapanya?” tanya Mamih.
“Saya ibunya, apakah dia di dalam?”
“Masuklah” jawab Mamih mempersilahkan Aya masuk
Aya mengikuti Mamih dibelakangnya, berjalan lumayan jauh dari gerbang luar, rumahnya cukup asri, banyak pepohonan yang di tanam, lingkungannya tidak terlalu bising, kenapa tidak membeli satu unit di perumahan itu pasti pertumbuhan Sian bagus bisa bermain di luar ruangan, pikiran aneh Aya yang muncul begitu saja.
“Dia ada di dalam” kata Mamih menunjukkan keberadaan Sian.
Sian sedang asik bermain dengan Papih di dekat kolam renang.
“Sian!” teriak Aya penuh amarah.
Aya berlari menghampiri Sian, “Kenapa kamu bohong pada mama, tidak pergi study tour, malah main ke sini, ke rumah orang yang tidak kamu kenal,” teriak Aya mengejar Sian yang berlari darinya.
Mereka main kejar-kejaran seperti kartun Tom and Jerry, “Sian berhentilah, sebelum mama tambah marah, Siaaaan!” teriak Aya.
“Oma! Tolong aku, mama sangat menyeramkan kalau marah” kata Sian yang berlindung di balik Mamih.
Aya mengatur napasnya, “Sian, anak mama yang paling tampan, pintar dan cerdas, kesini nak, kita bicarakan baik-baik, mama janji nggak akan marah, ke sini nak, terus maju lagi, terus,lihat mama sudah tersenyum, mama tidak akan marah, janji” bujuk Aya.
Ketika Sian sudah dekat dengannya, secara cepat ia menggendong Sian, “Kita pulang ya sayang,” mengambil tas di atas sofa yang
berada di dekatnya.
“Nggak mau, aku masih mau di sini, aku belum bertemu dengan papa, turunkan aku mama!” tolak Sian sekuat tenaga.
“Papa kamu…
Menuai Benih Idaman
Bab 10
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Comments
Rabiatul Addawiyah
Lanjut thor
2023-06-10
1