"Lepaskan !" ucap Aya setelah kedatangan Sintya.
"Aku sudah bilang dari awal tidak akan melepaskan wanita yang berniat merebut suamiku" kata Sintya memperingatkan Aya kembali.
"Jangan khawatir nyonya, saya kemari hanya meminta barang yang seharusnya dikembalikan oleh suami anda"
"Baiklah, mari saya antar ke ruangan nya" ucap Sintya hendak membuktikan.
Aya berjalan mengikuti Sintya dari belakang. Lalu Sintya mempersilahkan Aya untuk masuk terlebih dahulu.
"Apakah suamiku ada di dalam?" tanya Sintya pada sekretaris Meda di luar ruangannya.
"Ada nyonya, langsung masuk saja"
Sintya memegang gagang pintu dan membukanya, "Kamu masuklah duluan" Sintya mempersilahkan.
Dalam hati Aya, "Siapa takut, dikira aku sebagai pelakor, memang aku ke sini untuk mengambil paspor"
Saat Meda tahu Aya yang masuk, ia merasa sedikit kaget,"Kamu kesini untuk berterimakasih? tidak usah repot, lain kali akan aku kirimkan lagi" canda Meda pada Aya yang tidak tahu kalau Sintya ada di belakang nya.
Sintya yang mendengar candaan Meda sebagai pembicaraan yang serius, marah dengan Aya di depan Meda.
"Ternyata kamu berbohong, sudah berapa kali kamu diam-diam menemui suami ku, tidak akan kubiarkan itu" tuduh Sintya lalu menjambak rambut Aya dari belakang.
"Aduh ....lepaskan, aku tidak pernah menemui suamimu" teriak Aya mencoba melepaskan tangan Sintya yang menarik rambutnya.
Bergegas Meda menghentikan pertikaian yang terjadi di depan mata nya.
"Lepaskan dia, datang marah-marah" bentak Meda pada Sintya.
"Jangan mau digoda oleh wanita murahan seperti dia"
Setelah Meda berhasil melepaskan tangan Sintya, "Kenapa kamu kemari?" tanya Meda pada Sintya.
Belum dijawab oleh Sintya, Aya berganti menyerang Sintya, sekalian meluapkan emosi yang ia simpan.
"Rasakan ini, kamu pikir aku tidak akan membalas, seperti inilah kalau wanita murahan beraksi" kata Aya menarik rambut Sintya dengan keras.
Perkelahian semakin memanas, hingga Meda kewalahan melerai mereka. Ia meminta bantuan security secepatnya datang ke ruangann…
Menuai Benih Idaman
Bab 19
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Comments
Rabiatul Addawiyah
Lanjut thor
2023-07-01
1