" Sayang kakak bukan Mo...."Ucapan Baby terjeda karena ada seseorang yang menghampirnya.
" Ya ampun Den Sean " Teriak Bi Imah kaget saat melihat Sean menangis dalam pelukan seorang wanita yang tak dikenal.
" Bibi sangat khawatir dengan Den Sean kenapa Den Sean langsung pergi tidak menunggu Bi Imah " Tutur Bi Imah khawatir dengan Tuan mudanya,Bi Ima sudah berumur 53th
" Jadi bocah kecil ini namanya Sean" Guman Beby
"Bu kenapa membiarkan cucunya keluyuran di jalanan kalau ketabrak bagaimana sangat berbahaya bagi pengendara lain" Ucap Beby menatap ke Bi Ima
" Den Sean bukan cucu saya mbak dia anak dari majikan saya " Ucap Bi Ima
" Oh saya kira cucu anda " Beby mengangguk paham
" Lain kali jangan dibiarkan pergi sendiri Bu takut ketabrak untung saya bisa menghindar bagaimana kalau tidak" Ucap Beby
" Iya mbak maaf " Ucap Bi Ima
" Ah tidak perlu minta maaf Bu lain kali lebih hati- hati saja agar tidak terjadi seperti ini lagi"Ucap Beby
" Kalau gitu saya pergi dulu Bu " Ucap Beby bangkit dan menghampiri motornya yang masih tergeletak Beby langsung melajukan motornya menuju ke tempat kerja karena hari sudah mulai siang.
" Mommy ko pergi Bi " Ucap Sean melihat kepergian Beby
" Mommy dimana Bibi tidak melihatnya " Tanya Bi Ima celingukan
Bi Imah merasa heran kenapa Sean menyebut Mommy nya bukanya Mommy Sean sudah meninggal 6thn lalu.
" Itu.... " Ucap Sean menujuk ke arah Beby yang sudah menjauh darinya
Bi Ima menatap heran ke Sean kenapa dia mengatakan jika wanita itu adalah Mommy nya.
Jika di lihat-lihat wanita itu masih terlihat sangat muda seperti masih berumur 23thn.
" Kenapa Den Sean memanggil gadis itu dengan sebutan Mommy, wajahnya tidak mirip dengan Nona Sinta " Guman Bi Ima dalam hati
Bi Ima mengendong Sean untuk menuju ke mobil yang tak jauh darinya hari ini jadwal Sean masuk sekolah (TK) meskipun Sean masih berumur Enam tahun Sean sudah mendapatkan pendidikan.
Saga selalu melakukan yang terbaik untuk anak semata wayangnya Saga ingin memberikan yang terbaik untuk Sean agar dia selalu bahagia dan tidak merasa kekurangan sedikitpun.
Memang selama ini Sean tidak merasa kekurangan apa yang Sean butuhkan akan selalu Saga berikan,sebenarnya Sean belom mengerti dengan itu semua karena Sean masih terlalu kecil.
Didalam otak bocah seumuran Sean hanya main main dan main tidak memikirkan hal selain bermain.
Sejak lahir Sean belum pernah melihat wajah Mommy nya bahkan sentuhan tangan lembut seorang ibu pun Sean belom pernah merasakan Mommy Sean meninggal saat melahirkannya.
Sebelum menghembuskan nafas terakhir Almarhum istri Saga berpesan untuk menjaga Sean dengan baik ia berharap Sean akan mendapatkan ibu sambung yang sayang dengannya yang bisa menganggap Sean seperti anaknya sendiri.
......................
Baby telah sampai di perusahaan tempat ia bekerja untung Beby tidak terlambat jika terlambat sedikit saja Beby bisa kena marah sama si Tua Bangka botak yang menyebalkan itu,Beby pernah beberapa kali terlambat tak masalah jika hanya omelan yang ia terima masalahnya gaji Beby akan dipotong dua puluh persen hanya karena terlambat.
Huufff
" Hampir saja terlambat " Ucap Beby mengatur nafasnya karena tadi ia berlari dari parkiran
" Baru sampai Beb" Tanya Mini
" Iya tadi ada saat dijalan ada masalah jadi aku baru sampai " Ucap Beby mengatur nafasnya
" Ya udah buruan ganti baju nanti Si botak melihat mu " Ucap Mini menyuruh Beby untuk cepat cepat berganti pakaian seragam OG
" Haa iya " Ucap Beby pergi ke ruangan ganti karyawan untuk berganti bajunya ke seragam kerja
Beby bekerja sebagai OG di lantai tiga tempat kerja Beby memiliki lantai 20 masing-masing gedung memliki OG/OB Beby baru bekerja tiga bulan,sebelumnya Beby bekerja sebagai penjaga toko karena ada sesuatu Beby memutuskan untuk keluar.
Beby merasa sangat beruntung bisa bekerja di perusahaan ini yah meskipun hanya sekedar menjadi OG tapi Beby tetap bersyukur karena gaji yang di peroleh lumayan besar dari pekerja sebelumnya Beby juga betah kerja disini teman dan lingkungan yang nyaman dan baik kepadanya.
Beby termasuk yang paling muda dari teman kerja lainnya jadi Beby dianggap seperti adik mereka, kadang mereka menasehati Beby untuk berkerja yang rajin dan menjaga kehormatannya sebagai seorang wanita.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
" Bram,pergi ke perusahaan X dan berikan dokumen ini " Ucap Saga memberikan map ke Bram
" Baik Tuan " Ucap Bram hormat
Bram pergi meninggalkan ruangan Saga Bram langsung menuju ke perusahaan X.
" Akhir akhir ini aku sangat sibuk sampai lupa meluangkan waktu untuk Sean " Guman Saga mengingat jika dia sudah lama tidak menghabiskan waktu dengan anaknya
Saga merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel dan mencari daftar kontak Bi Ima.
" Halo Bi " Ucap Saga setelah sambungan telfon terhubung
" Iya Tuan ada apa " Tanya Bi Ima diujung telfon
" Bawa Sean ke kantor Bi aku akan mengajak Sean makan siang bersama " Ucap Saga
" Baik Tuan nanti Bibi akan mengantar Den Sean ke kantor setelah pulang sekolah " Ucap Bi Ima
Sambungan telfon berakhir Saga melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda,sebisa mungkin ia harus menyelesaikan nya sebelum kedatangan Sean.
Tok...tok..tok
" Masuk " Ucap Saga
" Daddy...." Teriak Sean dengan suara cemprengnya
" Hay Son sudah pulang " Ucap Saga saat melihat kedatangan Sean
" Sudah Dad " Ucap Sean menghambur ke dalam pelukan Saga
" Bagaimana dengan sekolah mu " Tanya Saga mengelus pucuk kepala Sean
" Semuanya lanjar Daddy" Jawab Sean dengan senyuman
" Anak Daddy memang hebat " Ucap Saga gemas
" Iya dong siapa dulu anaknya Daddy Saga " Ucap Sean dengan melipat tangan ke depan dada
" Hahaha kau memang anak Daddy yang pintar, Daddy akan mengajak mu makan siang tapi Daddy harus menyelesaikan bekerja Daddy dulu baru kita makan siang " Ucap Saga dengan lembut
" Baiklah Dad" Ucap Sean menurut
Sean duduk di sofa yang ada di ruangan Saga di temani oleh Bi Ima sesekali Sean membuka buku yang ada di situ entahlah apa Sean memahami isi buku itu.
Jam sudah menunjukkan waktu makan siang Saga pun mengajak Sean dan Bi Ima untuk makan bersama tak lupa dengan Bram,Saga memilih Restoran yang tak jauh dari perusahaan dimana Saga sering makan siang di sana dengan Bram.
Setiap ada waktu senggang Saga selalu menyempatkan waktu untuk makan siang bersama dengan Sean bahkan Saga akan mengantarkan Sean ke sekolah.
Saga memang sangat perhatian dengan Sean rasa sayang Saga sangat besar seperti rasa sayang terhadap mendiang istrinya,sampai sekarang Saga belom kepikiran untuk mencari pendamping Saga terlalu fokus mengurus Sean dan perusahaan nya tidak ada waktu untuk mencari perempuan diluar an sana .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Yunita Asep
sama anakku juga.. thorr...
2026-05-11
0
beybi T.Halim
anakku 6btahun sdh SD🤭
2026-03-11
0
Rusmini Mini
gimana ya... kalimatnya 🤭🤭
2026-04-10
0