#03

Saga mengendong Sean keluar dari perusahaan semua karyawan yang melihat Sean terpanah dengan ketampanan Duda anak satu,sangat jelas terpancar aura ketampanan dan kewibawaan dari diri Saga Duda hanyalah status.

Bahkan semua karyawan perusahaan berangan- angan menjadi istri Duda anak satu untuk menjadi ibu sambung Sean.

Mereka tidak mempermasalahkan dengan status yang melekat di diri Saga,menurut mereka status Duda tidak lah penting yang terpenting menjadi nyonya Wijaya.

Wanita manapun pasti ingin menjadi nyonya Wijaya yang bergelimang harta Saga merupakan pembisnis sukses semua orang pasti mengenal siapa itu Saga Wijaya .

" Daddy kita mau makan dimana " Tanya Sean dalam gendongan Saga

" Di Restoran yang biasa kita makan " Ucap Saga menowel hidung mancung Sean dengan gemas

" Asikkk....aku akan memesan es krim " Teriak Sean kegirangan dengan tangan diangkat ke atas

" Kamu boleh memesan apapun yang kamu inginkan Son,tapi ingat kamu harus makan nasi terlebih dahulu baru boleh makan es krim" Ucap Saga menasehati Putranya

Sean hanya mengangguk kepala dan mengiyakan ucapan Saga mereka pun sudah berada di mobil yang di kendarai Bram.

Tak lama kemudian Saga dan Sean sudah tiba di Restoran,Saga memilih ruangan VVIP karena Saga tidak suka dengan keramaian apalagi dengan sorot mata para wanita penuh damba.

" Son kamu mau pesan apa " Tanya Saga memberikan buku menu ke depan Sean

" Eee ini ini dan ini " Ucap Sean semangat menunjuk semua makanan yang terlihat menggiurkan di matanya.

" Untuk minumnya " Tanya Saga membuka menu yang berisi macam macam minuman

" Jus jeruk dan satu lagi " Ucap Sean sedang melihat gambar es krim yang akan Sean pilih

" Katakan " Ucap Saga menatap ke Sean

" Sama Es krim ini boleh kan Dad " Ucap Sean menunjukkan dengan jari telunjuknya dan menatap ke arah Saga

" Boleh ada lagi " Tanya Saga dijawab dengan gelengan kepala Sean

" Tidak Dady ini sudah cukup" Ucap Sean menatap ke Saga dengan wajah gembira

" Baik lah mba steak dan Americano Ice " Ucap Saga kepada pelayan

" Baik tuan mohon di tunggu sebentar " Ucap pelayan tersenyum dan pergi meninggalkan Saga

Tak berselang lama makanan yang mereka pesan telah tiba pelayan datang membawa pesanan Saga dan yang lainnya,pelayan meletakan makanan itu dimeja dan setelah selesai ia pergi.

" Silakan di nikmati Tuan " Ucap pelayan rama dengan senyuman

" Makanlah apa kamu bisa menghabiskan ini semua Son" Tanya Saga karena Sean memesan 3 jenis makanan

" Tidak tau tapi Sean akan berusaha untuk menghabiskan ini semua Daddy" Ucap Sean mengangkat bahunya

Sean mulai memasukan makanan ke dalam mulutnya Sean sangat menikmati makan yang ia pesan semuanya terasa enak.

Saga yang melihat anaknya makan dengan sangat lahap tersenyum tipis,Saga bersyukur mempunyai anak seperti Sean yang sangat pintar dan penurut.

Setelah selesai makan siang Saga kembali ke perusahaan sedangkan Sean pulang bersama Bi Ima dan supir karena Saga harus menyelesaikan pekerjaan yang sudah menumpuk.

" Baby apa kamu sudah makan siang " Tanya rekan kerja Baby

" Belom mbak " Ucap Baby dengan jujur

" Ya udah makan dulu gih biar aku yang menyelesaikan nya" Ucap Mini

" Gak usah mbak bentar lagi selesai ko " Ucap Baby masih meneruskan pekerjaan nya

" Sudah tinggalkan saja bentar lagi jam istirahat selesai nanti kamu bisa pingsan kalau ngga makan siang " Ucap Mini

" Ya sudah kalau gitu mbak,minta tolong ya mbak " Ucap Baby dengan tulus

" Iya " Jawab Mini dengan anggukan

Baby berjalan ke pantry untuk makan siang di pantry hanya Baby seorang karena yang lain sudah mulai melakukan pekerjaannya .

Baby sering sekali melewatkan jam makan siang karena Baby lebih memilih untuk menyelesaikan pekerjaan terlebih dahulu,kalau di lihat-lihat pekerjaan OG/OB tidak ada habisnya karena setiap 2 jam sekali harus membersihkan lantai koridor ataupun toilet.

Baby hanya butuh sepuluh menit untuk menghabiskan makan siang ia pun kembali melanjutkan pekerjaan yang sempat digantikan oleh Mini.

Saat Baby sedang membersihkan toilet ia tak sengaja mendengar pembicaraan karyawan wanita yang sedang merapikan hiasan diwajahnya.

" Apa kalian tau jika pemilik perusahaan ini sangat tampan " Ucap salah satu cewek

" Iya aku tau rumor yang aku dengar jika dia seorang Duda satu anak " Ucap yang lainnya

" Tidak masalah meskipun Duda anak satu yang terpenting ganteng dah tajir " Ucap wanita satunya dengan tawanya

" Dasar matre " Ucap temanya menatap kearahnya

" Aku ngga matre ya,tapi ini realistis saja di zaman sekarang apa-apa butuh uang cinta tidak bisa membuat kita kenyang " Ucap wanita itu dengan gamblang

" Iya tapi kalau gak ada cinta dalam sebuah hubungan pasti hambar seperti sayur tanpa garam " Ucap teman

" Dih puitis banget sih lo " Ucap wanita itu melirik dengan sinis

" Aku jadi penasaran seganteng apa sih CEO kita " Ucap Wanita itu sambil mengoles lipstik dibibir nya

" Ketebalan itu kamu seperti vampir yang habis hisab darah " Ucap temanya menyindir dengan gelak tawa mereka

Baby yang mendengar ucapan mereka tersenyum tipis dan melirik wanita yang disindir dan benar saja lipstik yang dia pakai terlalu menor seperti penyanyi dangdut desa.

" Diam... " Ucap wanita itu dengan kesal karena mereka menertawakan dirinya.

" Kenapa dia harus marah apa yang dikatakan temanya memang benar jika itu terlalu menor dan seperti vampir habis hisap darah apa dia tidak sadar dengan penampilan nya " Batin Beby

" Ada yang marah nih " Ledek mereka

" Bilang aja jika kalian iri dengan kecantikan aku " Ucap Wanita tersebut dengan PD nya

" Iyaaa si paling cantik " Ucap Mereka

Karena sudah kesal ia pun pergi begitu saja tanpa menunggu mereka.

"Sekarang sangat sulit menemukan teman yang benar benar tulus beruntungnya aku bisa bertemu dengan Zea yang sangat baik dengan ku " Batin Baby

Baby kembali membersihkan toilet tidak lagi menghiraukan obrolan mereka yang masih asik mengobrol Baby sudah selesai membersihkan area toilet.

Baby merupakan salah satu OB yang paling rajin bahkan ia mau melakukan apa saja yang di perintahkan oleh atasannya.

Sering sekali Baby mendapatkan bonus tapi ada beberapa orang yang tidak suka dengan Baby mereka kira Baby suka sekali mencari perhatian kepada atas padahal Baby tidak pernah mencari perhatian dari orang lain apalagi atasannya.

Terkadang Baby mendapatkan prilaku yang tidak mengenakan dari senior tapi Beby masih sabar menghadapi mereka karena pekerjaan ini sangat penting bagi Baby.

Baby tidak akan menyia-nyiakan bekerja ini karena ia mendapatkan gaji yang cukup tinggi, meskipun Baby bekerja sebagai OB ia tidak merasa malu atau pun minder toh semua pekerjaan sama saja yang penting uang nya halal.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!