Chika kembali berjalan dengan acuh di koridor sekolahnya. Keadaan di sekolah ini sudah sangat sepi karena pelajaran sudah di mulai sejak tiga puluh menit yang lalu.
Bayangkan tiga puluh menit sudah Chika terlambat masuk ke kelasnya. Tetapi ia sangat tidak peduli. Berjalan dengan santai, dengan tampang datar tanpa dosanya ia memasuki kelasnya.
“Lagi-lagi anak itu terlambat,”
Ibu Lestari hanya bisa menghela nafas dan menggeleng saat Chika memasuki kelas tanpa permisi atau sekedar permintaan maaf karena sudah terlambat.
Chika mengetuk-ngetuk bolpoin nya di meja sehingga menghasilkan bunyi yang sedikit mengganggu ketenangan Elina yang duduk di bangku sebelahnya.
Elina menatap bingung ke arah Chika yang seperti biasa hanya melamun, bermain iseng dengan bolpoin nya. Tetapi yang membuat Elina bingung bukan karena kebiasaan sahabatnya. Tetapi karena wajah Chika yang terlihat pucat. Bibirnya yang biasanya merah muda cantik, kini berubah menjadi sedikit putih.
Elina menyenggol lengan Chika yang masih berada di alam lamunan nya.
“Chika,"
Elina memanggil Chika dengan berbisik agar bu lestari yang sedang menerangkan pelajarannya di depan tidak mendengar suara nya.
“Chika,”
Lagi-lagi ia berbisik tetapi kali ini ia lebih mendekatkan Bibirnya ke telinga Chika yang di tutupi rambut hitam lebat milik Chika itu.
“Ck. Nih anak budeg atau gimana sih?!"
Elina berdecak kesal sembari mendumel menatap Chika yang masih tak mendengar panggilannya.
“Chika!"
Ya! Panggilan yang lebih keras dari Elina berhasil membuat Chika tersadar dari lamunan nya.
Chika menoleh pada Elina dengan memutar bola matanya malas.
“Apa?"
Tanya Chika dengan nada yang seperti biasa, datar. Chika kembali fokus menatap kedepan lagi.
“Lo ngelamun? Apaan lagi sih yang lo lamunin? Heran deh gue sama lo. Setiap hari kerjaan nya ngelamun mulu. Udah kayak orang yang kebanyakan masalah hidup aja. Gak capek apa lo ngelamun terus?"
Omel Elina dengan menggebu-gebu karena sudah lelah melihat kerjaan Chika yang setiap hari hanya mela…
Kisah Chika
Bab 44
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 79 Episodes
Comments