Grandor, setelah meraung dengan keras untuk memanggil keluarganya, teringat akan anak laki-lakinya yang kurang ajar.
Anaknya kerap bertutur kata kasar dan berkelakuan kurang sopan terhadap Grandor, ayahnya. Namun, meskipun begitu, Grandor masih mencintai anaknya dengan tulus.
Ketakutan akan marahnya Dewa yang akan mematikan anak-anaknya mendorong Grandor untuk memohon perlindungan kepada Calliga, sebelum mereka sampai.
"Tuan! Mohon ampuni dan maafkanlah anak-anakku jika mereka kemari dengan tindakan tidak sopan mereka," ucap Grandor dengan rasa hormat yang mendalam kepada Calliga.
Dalam wajah Calliga yang tenang, ia hanya mengangguk sebagai tanda persetujuan.
Meskipun mungkin tak sepenuhnya memahami situasi Grandor, Calliga tahu bahwa seorang anak kerap kali kurang ajar pada orang tuanya, jadi ia hanya mengiyakan saja.
Sementara mereka menantikan kedatangan keluarga Grandor, sebuah rasa harap membuncah dalam hati Grandor, berharap bahwa anak-anaknya akan belajar dan tumbuh menjadi naga yang lebih baik untuk menjadi makhluk yang berguna bagi dewa mereka.
Namun, saat Grandor selesai memohon perlindungan anak-anaknya kepada Calliga, hembusan angin kencang tiba-tiba menerpa tempat mereka berada.
Dalam sekejap, delapan ekor naga dengan berbagai bentuk dan ukuran muncul di langit. Mereka meraung bersamaan sebagai respon atas panggilan pemimpin dan ayah mereka, Grandor.
"GRROOOOAAAAARRRRR!"
Calliga menyaksikan banyaknya naga di langit yang terbang menuju tempatnya berada. Pertanyaan muncul di benaknya tentang bagaimana ia akan menampung mereka semua.
Lantai ketujuh Dungeonnya harus cukup besar untuk menampung para naga ini. Namun, ia juga merenung apakah perlu memisahkan mereka ke lantai yang berbeda untuk memastikan keberlanjutan kediaman para naga ini.
Dalam keheningan yang mengiringi kedatangan para naga, Calliga mulai merencanakan dengan cermat bagaimana ia akan mengatur lantai ketujuh untuk menampung para tamunya yang berukuran besar.
Tidak diragukan lagi, kedatangan para naga ini akan membawa perubahan signifikan di dalam Dungeonnya.
Calliga merasa khawatir tentang bagaimana para naga ini akan ditempatkan dalam Lantai 7.
Bukan karena kurangnya ruang, melainkan karena sebagian naga memiliki ukuran sangat besar, bahkan seperti raksasa.
Ia tidak ingin merusak desain dan ekosistem yang telah dibangun dengan cermat di dalam Lantai 7.
Lantai 7 dalam Dungeon Calliga sungguh besar, mirip dengan dunia sungguhan yang penuh dengan hutan-hutan rimbun.
Beberapa waktu yang lalu, Calliga telah memerintahkan beberapa NPC-nya untuk membawa berbagai hewan dan serangga, seperti lebah dan kupu-kupu, ke Lantai 7.
Saat ini, hewan-hewan ini telah berkembang biak, menciptakan pemandangan yang menakjubkan.
Kupu-kupu berwarna-warni terbang di antara pepohonan yang indah, sementara sarang lebah dipenuhi madu yang dikumpulkan oleh beberapa NPC yang menjaga Lantai 7.
Hasilnya, hutan di lantai 7 menjadi tempat berkembang biak bag…
Dragon Lord System
DLS - 164
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 218 Episodes
Comments
ciru
cakeep
2023-10-24
0