Entah kenapa, Sanders justru menempatkan Lia di kamar nya dari awal ia membawa Lia ke Mansion ini. padahal puluhan kamar di sini banyak yang kosong.
"Lia, kamu tidak merindukan orang tua mu?". tanya Sanders memulai pertanyaan. Lia yang di tanya seperti itu pun menundukkan kepalanya, entah kenapa matanya tiba-tiba perih,terasa panas, ada sesuatu yang akan tumpah. setiap malam ia memendam perasaan ini sendiri. "Jangan cerita bila tidak ingin cerita". ucap Sanders paham, tidak semua orang ingin menceritakan semua pada orang lain. "Tidak tuan, bukan itu maksud saya, maafkan. saya rindu adik dan ibu saya tuan". Jawab Lia cepat. Sanders mengkerut kan kening nya, kenapa hanya ibu dan adiknya saja, tidak kakak laki-laki dan ayah nya. "Bagaimana dengan ayah mu, dan Kakak laki-laki mu, apakah kau tidak merindukan mereka?". Sanders mulai melanjutkan pertanyaan nya. Lia hanya menatap kosong jauh ke depan. masih bingung bagaimana mengatakan nya pada Sanders. "Saya tidak tahu tuan, apakah saya merindukan mereka atau tidak". ucap Lia tidak bisa lagi menahan tangis nya. "Ceritakan aku tentang ayah dan kakakmu, jangan ada yang terlewat sedikit pun". titah Sanders. Lia berbalik menatap Sanders yang sedang menatap nya juga. "Tapi tuan, apakah tidak apa saya bercerita. apakah saya akan berdosa jika menceritakan ini kepada orang lain. tidak ada yang baik di ingatan saya tentang ayah. dan kakak saya? mereka lah yang membuat luka tak berdarah di hati saya, sampai membuat saya melakukan hal yang anda larang saat di kapal waktu itu?". Lia berbicara dengan suara yang tercepat. Sanders menarik nafas panjang. "tapi jika kamu tidak bercerita,aku tidak bisa membantu mu". ucap Sanders. "tuan sudah banyak membantu saya, saya tidak tahu bagaimana membalas semua kebaikan anda. saya terlalu banyak menerima,tanpa memberi kembali tuan". ucap Lia masih dengan air mata. Sanders yang melihat Lia semakin terisak, menjadi sangat marah dalam hati. "Entah perbuatan seperti apa yang mereka lakukan hingga kamu…
Updated 69 Episodes
Comments