Sementara di sebuah ruang perawatan di Hospital Sanjaya, tampak Tania duduk di atas bednya dengan kaki sedikit ditekuk sambil memandang ke arah luar jendela. Dia melamunkan sesuatu, entah apa yang dia pikirkan. Biasanya yang dia pikirkan tidak jauh dari karirnya. Tiba-tiba suara pria berjaz putih panjang dan bergantung stetoskope melingkar di lehernya membuyarkan lamunannya.
"Hemm, maaf aku mengganggu waktumu" ucap Dokter Bara
"Dokter Bara, saya tidak merasa terganggu" ucap Tania
"Apakah anda tidak mendengar perkataan saya untuk memperhatikan makanmu?" ucap Dokter Bara sambil menarik kursi lalu mendudukinya di samping bed Tania
"Terima kasih untuk perhatiannya, tapi semua sudah terjadi. Sekarang aku hanya bisa berbaring menyedihkan" ucap Tania yang masih terlihat lemah
"Kenapa selalu memaksakan diri untuk kuat, sekarang keadaanmu sangat lemah, bahkan maag mu sudah naik ke tingkat GERD" batin Dokter Bara sambil menelan salivanya dengan susah karena melihat kondisi Tania yang lebih buruk dari sebelumnya.
Saat Tania masih melakukan penelitian di Hospital Sanjaya kemarin, maagnya pernah kambuh tapi tidak separah sekarang yang terbaring dengan tubuh yang pucat dan lemah. Biasanya dia terlihat selalu semangat dan ceria saat bekerja. Walau kadang maagnya kambuh tetapi selalu ditahannya agar tetap bisa profesional dalam kesibukannya.
"Kadang sakit itu tidak hanya dari makanan tetapi pikiran juga. Sebaiknya jangan memforsir fisikmu demi meraih sebuah impian. Jika sesuatu yang kamu inginkan tidak bisa kau dapatkan, buatlah dirimu bahagia dengan jalan lain walau tidak harus sesuai keinginan" ucap Dokter Bara
"Perkataan anda betul juga, bahkan karena impianku, aku telah kehilangan orang yang dulu mencintaiku, karena impianku sekarang aku penyakit maagku semakin kronis. Aku selalu mengejar karir, terobsesi dengan impianku sendiri hingga aku tidak pernah memperhatikan hidupku sendiri" ucap Tania menahan pelupuk matanya agar kuat membendung air matanya yang akan menetes
"Menanang…
Sandiwara Cinta Yang Menggemaskan
Episode 71 Membuat menunggu lagi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 144 Episodes
Comments
faridah ida
iya bener itu paman Yan , lagian Dirga ngapain jenguk Tania ,yang ada Tania malah merasa kamu masih ada rasa sama Tania , kasihan tuh Niana , kalo tahu habis kamu gak dapat jatah seminggu ...😂😂😂😜
2023-09-06
1
faridah ida
tuuh kan bener ,yang buat makanan pelayan ,biar nanti Aska kira ,Renata yang buat ....😄😄😄👍👍👍
2023-09-06
1
faridah ida
di omongin aja dokter Bara ,jangan di dalam hati ,biar tahu itu Tania ...😁😁
2023-09-06
1