Sesampainya di rumah, qaisya langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang, lega rasanya permasalahan uang itu sudah selesai walaupun ia harus menjadi pacar kontrak si pria tampan itu.
"Kapan lagi coba aku bisa pacaran dengan orang tampan seperti dia." Ucap Qaisya sambil terkekeh.
Tut. . . Tut. . . Tut. . .
Ponsel Qaisya berbunyi, ia mengerutkan keningnya karena ada nomor baru yang menghubunginya, Qaisya pun langsung mengangkat telepon tersebut.
"Hallo? siapa?" tanya Qaisya.
"Aku Alva." Suara Alva terdengar dari seberang sana.
"Eh kak Alva ada apa?" tanya Qaisya sedikit heran.
"Tidak ada, aku hanya memastikan ini nomor ponsel mu." Ucap Alva.
"Mana mungkin aku kasih nomor ponsel orang lain." Ucap Qaisya.
"Aku hanya memastikan, kalau gitu saya matikan dulu." Ucap Alva yang langsung mematikan ponsel itu, padahal Qaisya ingin berbicara lagi.
"Hidih. . . main mati-mati in aja." Ucap Qaisya kesal.
Setelah magrib Qaisya bersiap-siap ingin berangkat kerja, kali ini ia berangkat bersama Celine sahabat baiknya.
"Jadi gimana, apakah dia setuju kalau kamu bayar cicil?" tanya Celine serius.
"Alhamdulillah gak jadi bayar." Ucap Qaisya senang.
"Hah kok bisa gitu?" Bagas kaget.
"Iya ternyata dia baik kok, dia hanya ingin aku ke sana untuk mengakui kesalahan saja. Dan ini uang mu Bagas terima kasih sudah membantu ku." Ucap Qaisya sambil tersenyum, ia menutupi semua tentang perjanjian kontrak antara dirinya dan Alva.
"Kok bisa gitu?" Celine masih heran begitu pun dengan Alva yang tak percaya dengan perkataan Qaisya.
"Kok kalian malah gak percaya sih, betulan aku gak jadi ganti rugi. Nih buktinya uang Bagas masih utuh." Ucap Qaisya.
"Tapi. . . "
"Sudah-sudah yuk kerja nanti di marahin bos." Ucap Qaisya langsung ke belakang ingin mencuci piring yang kotor. Celine dan Bagas masih saja merasa heran dengan perkataan Qaisya tadi, bagaimana mungkin ponsel semahal itu di pecahin tapi gak di ganti sama sekali.
"Kayak ada yang aneh." Ucap Bagas pelan, tapi suara itu masih terdengar di kuping…
Bocil Kontrak
Bab 7 : Qaisya marah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 46 Episodes
Comments