Disinilah Andrio berakhir memarkirkan mobil hitam nya.
Ditempat peristirahatan terakhir sosok yang paling dicintai nya.
Menggumamkan beribu kata maaf yang mungkin sudah terlambat.
Maaf untuk segala kebodohan dan ketidak tahuan nya.
"Maaf.. Maaf sayang.. Maaf.." Hanya kata itu yang sedari tadi terucap dari mulut nya.
"Maaf karena aku bodoh.., maaf.." Air matanya tidak berhenti mengalir sedari sampai di makam istrinya.
"Aku ayah dan suami yang bodoh.."
Andrio menunduk dalam, tangannya tidak berhenti memukul kepala nya. Pria itu menghukum dirinya sendiri. Merasa semakin buruk saat teringat permintaan terakhir Reni.
Malam itu,
Reni yang merasa sudah benar-benar kesakitan, melangkah terseok menghampiri Andrio di ruang kerja nya. Dengan sisa tenaganya, tangannya bertumpu pada dinding.
"Ndree.." Panggil Reni lemah. Wajahnya sudah benar-benar pucat.
Andrio yang tengah menerima telepon dari seseorang di seberang sana tidak menghiraukan panggilan Reni.
"Ha-ha-ha iya benar." Andrio menyahuti ucapan orang di seberang sana.
"Kenapa? Ada yang kamu inginkan?" Tanya Andrio pada orang itu.
Reni masih setia menunggu dengan menyenderkan tubuhnya pada pintu.
"Katakan saja. Ada yang kamu mau?" Tanya Andrio memastikan lagi.
"Sama sekali tidak keberatan Nin. Wanita hamil itu harus dituruti keinginan nya."
Runtuh. Air mata yang sedari tadi di tahan oleh Reni. Pada akhirnya meluruh juga. Ia tahu dengan siapa Andrio tengah ber telponan.
"Hanya itu? Baiklah aku segera kesana Nina."
Barulah Andrio berbalik. Menatap datar pada Reni yang buru-buru menghapus air matanya.
"Ndre, bisa anterin aku ke rumah sakit?"
"Tidak bisa!! Aku sibuk." Jawab Andrio ketus.
"Lagipula kenapa gak minta anterin ayah dari anak itu? Ah aku lupa. Dia sudah mencampakkan mu." Lanjutnya. Kemudian berlalu pergi dari sana. Meninggalkan Reni yang memejamkan mata menahan segala rasa sakit dan perih di hatinya.
Tepat setelah pintu ditutup secara kasar oleh Andrio. Tubuh Reni merosot akibat rasa nyeri pada s…
Other Side Of Me
43. Penyesalan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 89 Episodes
Comments
Kosong
Tepat sekali
Sering dengar Kata2”Fitnah lebih kejam dari pembunuhan”
Fiiiks sih
2024-02-03
0
Elisabeth Ratna Susanti
like, like, like 😍
2024-01-03
0
Reka Cantika
lagi Thor
2023-11-26
0