***
Keesokan harinya, Karina yang masih menunggu kabar dari Frey atau Putra Mahkota di dalam ruang Perpustakaan tiba-tiba merasa sangat resah dan juga khawatir, sambil berjalan bolak balik Klarisa pun bergumam kepada dirinya sendiri “Rencananya tidak gagal, kan? Tapi, kenapa belum ada kabar darinya juga?” dengan ekspresi bingungnya.
“Tenanglah Karina, kamu bilang kita bisa mempercayai Yang Mulia Putra Mahkota, kan?” balas Edwin yang tanpa sengaja mendengar suara gumaman Klarisa secara berulang kali.
“I-iya. Tapi,” gumam Klarisa lagi dengan perasaannya yang penuh keraguan.
Dan tidak lama kemudian, tiba-tiba Klarisa dan Edwin yang masih berada di dalam ruang Perpustakaan itu mendengar suara langkah kaki seseorang yang sedang berlari, yang disusul juga dengan suara Kimi “Nona! Nona Karina!” dengan nada bicaranya yang semakin keras.
“Hm? Ada apa? Apa ada surat untukku?!” tanya Klarisa sambil berjalan mendekati Kimi yang saat ini sedang berusaha mengatur nafasnya yang sangat terengah-engah “Huh… bukan itu, Nona. Di depan… huh,” jawab Kimi sambil terus berusaha mengatur nafasnya dihadapan Klarisa.
“Bicara yang benar! Di depan ada apa?” tanya Klarisa lagi dengan nada bicaranya yang meninggi dan tatapan matanya yang menajam kepada Kimi.
“A-ada dua petugas keamanan dari pusat Kota, yang tiba-tiba datang ke sini meminta perlindungan dari anda!” jawab Kimi dengan sangat cepat, yang seketika itu juga membuat Klarisa mengerutkan dahinya dan langsung berlari keluar dari dalam ruang Perpustakaan, yang mau tidak mau harus segera Edwin dan Kimi ikuti juga dari belakang.
Klarisa berlari dengan sangat kencang bukan karena ingin cepat-cepat menemui dua petugas keamanan yang datang itu. Melainkan ia ingin cepat menyembunyikan dua petugas keamanan itu, karena tidak ingin sampai Ayahnya Karina atau Tuan Emillio menemui atau melihat kedua petugas keamanan itu.
Tapi, beberapa detik kemudian langkah kaki Klarisa terhenti dan kedua bola matanya langsung terpaku ke arah Tuan Emillio yang saat…
Dendam Kematian
Berita Kematian
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 103 Episodes
Comments