'Marine, mungkin ini terakhir kalinya aku bisa memelukmu'
Batin Zen kini tengah dirundung pilu. Dadanya yang begitu sesak menahan air bening, yang sudah berkumpul dipelupuk mata. Cukup sudah perjuangannya mengejar Marine. Zen harus mampu melupakan perasannya dan berhenti mengharapkannya. Cukup, sampai disini saja.
Setelah melihat Marine berada dalam pelukan adiknya. Ia memejamkan mata dan berbalik kembali ke lantai dasar dengan wajah kecewa. Ada rasa sakit juga hancur di dalam hatinya. Merasa menjadi orang ketiga dalam hubungan yang tidak terlihat oleh mata. Hubungan apa yang mereka jalani? Janji apa yang harus di tepati?
Pikirannya kini hanya fokus pada kedua pertanyaan yang terus berputar memenuhi isi kepala.
Pupus sudah semua keinginan dan harapannya. Digenggamnya sebuah kotak kecil berwarna navy. Dilihatnya cincin dengan permata kristal berbentuk bulat besar yang berada di tengah ring berwarna silver. Senyumnya kini terukir, namun air matanya jatuh seketika. Keputusan apa yang harus ia ambil saat ini? Ia pun dengan segera memasukan kembali kotak kecil itu ke dalam sakunya.
Ternyata, wanita yang dicintai oleh adiknya adalah Marine. Wanita yang membuat adiknya bangun dari koma selama lima tahun adalah gadis yang sudah membuatnya jatuh cinta. Mereka berdua jatuh cinta pada orang yang sama dengan tempat yang berbeda. Betapa kejamnya dunia bagi Zen. Apakah ini sungguh dunia? Apakah ini bukan neraka?
Sejak kematian Zuan, hidupnya hanya ia berikan untuk kedua orangtuanya dan juga Jimmy. Sampai pada akhirnya, ia merasa egois dan ingin memiliki Marine, saat itu juga Tuhan sepertinya berkehendak lain. Ada rasa bersalah yang begitu menggunung dalam hati Zen. Yah, kebahagiaan adalah sebuah dosa untuknya. Sudah sepantasnya ia tidak mendapatkan cinta dari seorang gadis. Itulah yang kini ada dalam benaknya. Mungkin ini memang hukuman baginya. Seumur hidupnya dia hanya perlu mencintai dirinya sendiri.
Mungkin sudah waktunya ia menebus kesalahannya pada Zuan. Ia harus menerima t…
Melihat Masa Depan
Sang Kekasih
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments