Aulia nampak gusar melihat Aiden yang terus menatapnya dengan pandangan dingin. Pria itu langsung mengajaknya pulang tanpa mengatakan apa-apa lagi. Menariknya paksa untuk masuk kedalam mobilnya. Terpaksa Aulia pun hanya menuruti apa yang di lakukan Aiden. Mobilnya di tinggalkan begitu saja di parkiran tempat pemakaman umum.
Dalam mobil keduanya hanya diam. Hening tanpa suara sedikitpun. Aiden meremat setir mobil dengan kuat saat Aulia meliriknya.
"jangan katakan apapun untuk saat ini." Ujarnya dengan cepat.
Aulia yang hendak membuka mulutnya untuk bertanya kenapa Aiden bisa berada di makam Amora itu langsung bungkam. Wanita itu merasakan jika saat ini Aiden tengah dalam mood yang buruk.
Terpaksa Aulia pun harus bersabar, menunggu mereka sampai di rumah. Aiden membawa mobil dengan kecepatan tinggi, pria itu menerobos jalanan yang macet dengan begitu tak hati-hati seolah tak peduli apapun yang akan terjadi jadi.
"pelan mas, jangan gegabah seperti ini. Kita bisa celaka nanti." Aulia berkata dengan suara ketakutan, bahkan matanya terpejam erat dengan kedua tangan memegang kuat sisi kursi.
Aiden tak peduli dengan itu semua. Tetap menerobos jalanan dengan ugal-ugalan. Sampai di depan rumah pria itu langsung keluar lalu menyeret Aulia paksa.
Brughh...
Tubuh kecil Aulia di dorong begitu saja hingga terduduk dengan keras di atas sofa. Wanita itu menatap Aiden hendak protes.
"Aku tahu kamu pasti penasaran kenapa aku ada di makam Amora?" Pertanyaan Aiden membuat Aulia menutup kembali bibirnya yang terbuka.
Dadanya mendadak berdebar tak karuan. Bayangan tentang kakaknya dulu terlintas begitu saja.
"pacarku itu sangat tampan. pengertian dan berhati lembut."
"kamu tahu Aulia, dia membelikan cincin ini untukku. Masing-masing memiliki satu. cincin couple yang manis bukan."
"tubuhnya tinggi, wajahnya tampan, kulitnya bersih dan putih. Dia sempurna."
"oh.. namanya...hehehe... rahasia, aku akan mengenalkannya pada mu nanti."
Aulia menatap kalung yang selalu menghiasi leher Aiden. Deng…
Apa Salahku Mas?
Chapter 6
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 28 Episodes
Comments