POV Ammar
Pagi sekali aku sudah berangkat ke rumah Zira saking semangatnya akan bertemu dengan wanita cuek itu.
Sepanjang perjalanan aku terus membayangkan kami akan segera menikah dan menjadi sepasang suami istri, bayang bayang dia berada di sampingku terus menari di kepalaku membuat aku senyum senyum sendiri
Jam 7 kurang 10 menit aku tiba di depan rumahnya, aku lihat ke arah jendela kamarnya masih tertutup berarti dia masih tidur
"Pantes di telpon berkali kali ngak di angkat" gumam ku pelan
"Assalamu'alaikum ma.. pa.. " panggil ku kepada kedua orang tua Zira, dan tak lama mama Zira membuka pintu
"Waalaikumsalam, masuk masuk" ucap mama Zira kepadaku, aku sebetulnya sungkan sekali bertamu sepagi ini, tapi karna aku sangat ingin bertemu dengan anak gadisnya maka aku rela datang sepagi ini
Semalam aku sudah menghubungi nya untuk mengajak dia membeli barang untuk hantaran, tapi lagi lagi dia banyak alasan untuk menolak ajakan ku
"Eits.. ngak bisa gitu dokter, mohon maaf kalau mau buat janji sama saya itu dari jauh jauh hari, bukan cuma anda yang sibuk, saya juga dokter" katanya menolak ajakan ku
Tapi aku tak menggubris penolakannya, sudah susah payah aku menahan rindu untuk bisa berjumpa dengannya, belum lagi aku harus memindahkan semua jadwal ku untuk bisa pergi bersamanya, aku bertekad akan membawanya bersamaku bagaimanapun caranya
Saat telponan dengannya dia selalu saja berbicara dengan nada ketus padaku, aku memintanya untuk lebih lembut tapi dia terus saja mengulanginya, sepertinya aku harus punya banyak stok kesabaran untuk bisa menghadapi wanita satu ini
Aku ajak dia untuk membeli barang barang hantaran untuk pertunangan kami yang akan diadakan lusa, tapi dia malah menolak dan menyuruh orang lain yang membelinya, sungguh aku kesal sekali rasanya, bisa bisanya yang mau menikah kami tapi yang membeli barang orang lain.
Saat aku menunggu, papa Zira datang menyapaku
"Eh Mar, ada janji sama Zira? " ucap papa Zira
"Iya pa, mau beli barang buat hantaran" jawab ku menje…
Anak Untuk Dokter Ammar
POV Ammar
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 53 Episodes
Comments