Setelah mendengar dengkuran halus dari hembusan nafas Caroline, Robert bangkit dari ranjang lalu melangkah keluar dari kamar.
Ia turun ke lantai dasar dan duduk termenung di ruang tamu. Robert menyandarkan kepala di bahu sofa. Ia mendongak ke atas dan menatap langit-langit ruangan dengan pandangan menerawang.
"Apa yang sebenarnya terjadi dengan Caroline? Kenapa keadaan nya jadi seperti itu?" gumam Robert sembari memijat-mijat dahi yang mulai terasa berdenyut.
Robert menoleh ke sisi kanan. Ia memandangi bingkai foto yang tergantung di dinding dengan tatapan nanar.
"Melisa... " gumam nya lirih.
Robert terus memandangi wajah cantik sang adik dengan mata yang mulai berembun. Ia tampak begitu menyesali perbuatannya yang sudah tega melenyapkan nyawa adik kandung nya sendiri.
"Maaf kan kakak, Melisa. Kakak sangat menyesal melakukan nya. Kakak benar-benar khilaf waktu itu."
Robert menyeka buliran air mata yang mulai menetes di pipi nya.
"Beristirahatlah dengan tenang disana, Melisa. Jangan ganggu kehidupan kakak lagi. Kakak sudah tidak sanggup menghadapi semua ini, adik ku. Hiks hiks hiks..."
Robert mulai terisak. Ia sedikit membungkuk kemudian menutup wajah dengan kedua tangannya. Robert begitu frustasi menghadapi segala teror dari almarhumah sang adik yang semakin lama semakin menjadi-jadi.
Setelah beberapa saat meratapi nasibnya, Robert pun kembali menoleh ke arah bingkai foto Melisa. Dan alangkah terkejutnya ia, ketika melihat foto sang adik yang sedang mengeluarkan darah segar di bagian mata nya.
"Astaga... Teror apa lagi ini? Kenapa tiba-tiba bisa ada darah di foto itu?" pekik nya heran.
Robert mengucek-ngucek mata berulang-ulang. Ia seolah-olah tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat.
Beberapa detik kemudian, Robert pun menghela nafas lega karena melihat foto Melisa sudah kembali seperti sediakala.
"Hufff, syukurlah. Ternyata semua itu hanya ilusi ku saja," gumam nya.
Robert kembali mendongakkan kepala di bahu sofa, kemudian mulai memejamkan mata perlahan.…
Gara-Gara Harta Warisan (Arwah Gentayangan)
Sahabat Melisa
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 27 Episodes
Comments
cancer
next
2023-12-27
0
Leo
lanjut
2023-12-17
0