~ Dikediaman Hera ~
Selesai menyantap sarapan pagi bersama orang tua nya, Hera pun langsung mencuci piring yang baru saja mereka gunakan, lalu menyusun nya di atas rak. Setelah itu, ia pun lanjut merapikan meja makan dan menyimpan sisa lauk pauk ke dalam lemari makan.
"Fiuh, akhirnya selesai juga," gumam nya lega.
Setelah pekerjaan nya beres, Hera pun mengayunkan langkah ke ruang keluarga lalu duduk selonjoran di kursi panjang, sambil menonton film Drakor kesukaan nya.
Lagi seru-serunya menonton, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu beberapa kali sambil mengucapkan salam.
Tok tok tok...
"Assalamualaikum," ucap seorang lelaki yang ia kenal.
"Loh, itu bukan nya suara Kevin ya? Kok cepat bener datang nya? Kemarin dia bilang datang nya siang, kenapa baru jam segini udah nongol aja nih bocah," sungut Hera sembari melihat ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.
Hera mulai bangkit dari kursi dan melangkah dengan malas menuju pintu setelah pintu terbuka, ia pun memandangi wajah tampan Kevin dengan alis bertautan.
"Kamu dari mana, Vin? Kok pake kacamata hitam segala? Habis ngelayat ya?" tebak Hera asal.
"Ya kamu benar, Her. Aku memang habis ngelayat." Kevin mengangguk lalu tersenyum miring.
"Siapa yang meninggal? Kerabat kamu atau tetangga kamu?" selidik Hera.
"Bukan meninggal, Her. Tapi mati..." bantah Kevin.
"Sama aja, dodol!" umpat Hera sembari memukul bahu Kevin.
"Ya jelas beda dong, Her. Kalau meninggal, itu untuk manusia. Tapi kalau mati, itu untuk hewan dan tanaman, termasuk hati dan jiwa ku," lanjut Kevin sambil memegang dada nya.
Hera mengernyit kan dahi. Ia tidak mengerti dengan maksud perkataan sahabat nya itu.
"Kamu ini ngomong apa sih, Vin? Aku gak ngerti. Emang nya kenapa dengan hati dan jiwa mu? Sudah di bawa lari Wewe gombel kah, hahahaha..." ledek Hera tertawa ngakak.
"Husstt, mulut mu! Entar ada Wewe gombel beneran, baru tau rasa!" omel Kevin seraya menyomot bibir Hera dengan tangan nya.
"Ups, sorry... Aku kebablasan, hihihi..."…
Gara-Gara Harta Warisan (Arwah Gentayangan)
Kembali Mendatangi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 27 Episodes
Comments
cancer
suara itu juga terngiang-ngiang di telinga ku thor😱😱
2023-12-27
0
Leo
next up 💪
2023-12-27
0